<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-556999469286755204</id><updated>2012-01-04T19:18:16.025-08:00</updated><category term='PERSIT KU SAYANG'/><category term='MARI BELAJAR BICARA'/><category term='ORANG KE 2'/><category term='MENJADI KETUA BERJIWA PEMIMPIN'/><category term='SAAT HARUS TERPISAH OLEH JARAK'/><category term='BERBAGI RASA'/><category term='KETIKA ANAK HARUS PINDAH SEKOLAH'/><category term='FOTO KEGIATAN'/><category term='HORE REMUNERASI CAIR'/><category term='HARAPAN DALAM PERSIT'/><category term='Hati Seluas Samudera'/><category term='CATATAN AKHIR TAHUN'/><category term='TINGGAL DI ASRAMA ATAU TINGGAL DI LUAR'/><category term='IN MEMORIAM BU TIAR'/><category term='N O M A D E N'/><title type='text'>PERSIT KU SAYANG</title><subtitle type='html'>Berbagi Rasa</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://persitkusayang.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Persitku sayang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228219354310702975</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-556999469286755204.post-8293838389183842311</id><published>2011-12-13T16:20:00.000-08:00</published><updated>2011-12-13T16:24:09.838-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KETIKA ANAK HARUS PINDAH SEKOLAH'/><title type='text'>KETIKA ANAK HARUS PINDAH SEKOLAH</title><content type='html'>Menjadi Anggota TNI berpindah tugas adalah hal yang biasa. Dan hal tersebut akan berdampak juga pada keluarga terutama anak yang masih bersekolah. Setiap anak mempunyai sifat dan sikap yang berbeda bila mengalami situasi dan kondisi baru. Mungkin untuk anak yang sudah agak besar tidak sulit untuk langsung beradaptasi dengan situasi baru tapi bagi anak yang masih kecil ( TK atau SD )  butuh trik khusus agar anak tetap merasa nyaman dengan situasi baru dan tidak stress. &lt;br /&gt;      Anakku saat ini duduk dikelas VIII SMP, dan hingga saat ini dia sudah mengalami 7 kali pindah sekolah, 4 kali di SD dan 3 kali di SMP ada yang hanya 9 bulan bersekolah, bahkan 2 kali dia mengalami hanya 6 bulan sudah harus pindah karena mengikuti orang tua yang beralih tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Hal-hal yang harus dipersiapkan saat anak harus pindah sekolah&lt;br /&gt;1. Beri Pengertian&lt;br /&gt;Bicarakan pada anak tentunya dengan bahasa yang dimengerti oleh anak untuk anak yang masih terlalu kecil. Beri pengertian bahwa ayahnya mendapat tugas baru ditempat lain dan membutuhkan kehadiran keluarga di sisinya. Katakan bahwa si anak akan bertemu dengan teman-teman baru dan hal-hal baru .&lt;br /&gt;2. Jika memungkinkan ajak anak melihat calon sekolah barunya&lt;br /&gt;Ini sangat penting agar anak tidak terlalu kaget dengan lingkungan sekolah barunya. Pindah sekolah biasanya dilakukan saat kenaikan kelas atau tengah semester sehingga pada saat libur sekolah gunakanlah untuk hunting sekolah pilihan. Untuk anak yang sudah cukup besar mungkin sudah bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Jika memilih sekolah yang favorit tapi bisa jadi jauh dari rumah, mungkin dibutuhkan angkutan untuk sampai ke sekolah. Apakah orang tua sempat untuk mengantar jemput, atau ada sopir pribadi ataupun mobil antar jemputan. Jangan biarkan anak naik angkutan umum jika dia belum mengenal betul kota tempat tinggal yang baru. Atau memilih sekolah yang biasa saja tidak favorit tapi dekat rumah sehingga transport tidak terlalu masalah. &lt;br /&gt;3. Dampingi ketika hari pertama masuk sekolah&lt;br /&gt;Terutama untuk anak yang masih kecil duduk di TK atau SD pasti ada perasaan kurang nyaman ketika dia harus masuk sekolah di lingkungan baru. Jangan paksakan anak untuk langsung ditinggal dengan dalih mengajarkan kemandirian. Secara bertahap antar dia masuk kelas, setelah duduk di tempatnya, baru tunggu di luar kelas perhatikan bila dia sudah mulai nyaman dengan guru dan mendapat teman baru, barulah boleh di tinggal. Tapi jangan lupa untuk menjemputnya kembali sebelum waktu pulang, jangan biarkan anak menunggu. Hal ini tidak akan berjalan lama, biasanya dalam waktu 2 atau 3 hari si anak akan terbiasa, untuk anak yang agak sulit beradaptasi mungkin membutuhkan waktu  agak lama, sebagai orang tua kita harus sabar hingga anak terbiasa dengan lingkungan barunya.&lt;br /&gt;4. Jalin  komunikasi dengan Wali Kelas&lt;br /&gt;Mintalah selalu alamat dan No Hp Wali kelas si anak, secara periodik tanyakan perkembangan si anak . Ceritakan juga hal-hal penting si anak, misalnya bahasa mungkin daerah asal kita berbeda dengan daerah baru, sehingga ada perbedaan bahasa yang tidak di mengerti anak. Jangan lupa ceritakan bila si anak mempunyai riwayat sakit dan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Sekali-kali berkunjung ke Rumah wali kelas dengan membawa bingkisan akan lebih baik bukan bermaksud untuk menyuap agar nilai anak kita bagus tapi lebih kepada menjalin hubungan baik dengan wali kelas yang dalam hal ini adalah pengganti kita sebagi orang tua di sekolah buat anak kita.&lt;br /&gt;5. Pantau pelajaran di sekolah baru&lt;br /&gt;Tiap sekolah mungkin mempunyai standart dan kebijaksanaan masing-masing apalagi kalau sudah beda propinsi bisa jadi pelajaran berbeda, sehingga anak membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan pelajaran di sekolah barunya. Jangan biarkan anak kebingungan sendiri, tanyakan pada pihak sekolah buku-buku yang digunakan. Kalo sekiranya pelajaran itu belum dimengerti oleh si anak berikan pelajaran tambahan bisa kita sendiri sebagai orang tua yang mengajarkan atau mengambil les privat.&lt;br /&gt;6. Mintalah anak menghapalkan alamat barunya&lt;br /&gt;Hal kecil yang mungkin terlupakan karena sibuk mengurus pindahan, bisa jadi kita lupa memberitahu anak alamat barunya. Mungkin disekolah barunya dia harus berkenalan di depan kelas dan menyebutkan alamat rumahnya, atau juga hal-hal lain yang tak terduga.  Aku pernah mengalami hal tersebut, 2 hari setelah masuk sekolah baru anakku pulang cepat karena gurunya ada acara sementara penjemputnya belum datang.  Waktu itu pihak sekolah melarang anak membawa Hp. Untungnya anakku sudah menghapal alamat rumahnya, sehingga dia dapat sampai di rumah dengan diantar becak.&lt;br /&gt;7. Berikan Pendampingan Ekstra&lt;br /&gt;Bagi sebagian anak, menjadi anak baru di sekolah sangat tidak enak karena akan menjadi pusat perhatian anak-anak maupun guru-guru. Adakalanya anak baru menjadi sasaran keusilan anak-anak nakal di sekolah tersebut. Tugas kita sebagai orang tua untuk terus mendampingi si anak dalam artian terus mengikuti perkembangannya di sekolah, tanyakan kejadian apa saja yang dia alami hari ini, siapa teman-teman barunya, siapa yang paling nakal, kenakalan macam apa. Cepat bertindak bila si anak menjadi sasaran keusilan anak lain dengan berkonsultasi dengan guru Bp misalnya. Anak yang berada dilingkungan baru memerlukan energi lebih untuk beradaptasi dengan pelajaran, teman-teman maupun situasi dan kondisi. Tugas kita sebagai orang tua untuk mendampinginya agar si anak tidak terlalu merasa ini sebagai beban baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Point-point yang aku sampaikan diatas adalah berdasarkan pengalamanku dalam mendampingi putraku yang harus berpindah-pindah sekolah. “ No body Perfect “ tidak ada manusia yang sempurna, di lapangan bisa jadi kita mengalami hal-hal yang tidak terduga. Alhamdullilah anakku tidak mengalami hambatan berarti, kalaupun ada masalah semua dapat terlewati tentu saja dengan penanganan yang tepat dan kerja sama antara orang tua dan pihak sekolah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/556999469286755204-8293838389183842311?l=persitkusayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://persitkusayang.blogspot.com/feeds/8293838389183842311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2011/12/ketika-anak-harus-pindah-sekolah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/8293838389183842311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/8293838389183842311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2011/12/ketika-anak-harus-pindah-sekolah.html' title='KETIKA ANAK HARUS PINDAH SEKOLAH'/><author><name>Persitku sayang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228219354310702975</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-556999469286755204.post-1264727894682308115</id><published>2011-11-10T04:57:00.000-08:00</published><updated>2011-12-13T16:23:57.658-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hati Seluas Samudera'/><title type='text'>Hati Seluas Samudera</title><content type='html'>Seperti kita semua ketahui dalam dunia keprajuritan ada tingkatan-tingakatan kalau tidak mau disebut kasta-kasta.  Dan untuk masuk ke jenjang tertentu  ada  test dan proses pendidikan yang harus dilewati dengan tidak mudah. Seorang tamtama untuk naik menjadi seorang Bintara harus melalui Secaba, seorang Bintara untuk menjadi seorang Perwira pertama harus melalui Secapa, dan seorang Perwira pertama untuk menjadi seorang Perwira Menengah harus melewati Selapa, berikutnya untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi lagi ada Sesko maupun Sesko TNI.  Jika seorang anggota prajurit mampu melewati hingga tahap tertinggi maka pangkat dan Jabatan akan mengikuti. Tapi……tidak semua anggota TNI mampu melewati hingga jenjang tertinggi, banyak hal bisa menjadi penghambat mungkin karena faktor umur…(ada batasan umur bagi  yang ingin mengikuti test pendidikan), selain itu juga faktor peraturan kadangkala peraturan hanya membatasi hingga pendaftaran test sampai dengan 3 kali, apabila lebih dari itu tidak dapat mengikuti test kembali. Akibatnya bagi prajurit yang tidak mengikuti pendidikan adalah, tidak mendapat kenaikan pangkat seperti halnya yang sekolah. Makanya menjadi hal biasa jika seorang yang awalnya junior pangkatnya mendahului yang dulu menjadi seniornya, begitu juga sebaliknya yang tadinya senior karena tidak sekolah pangkatnya di dahului oleh juniornya.&lt;br /&gt;           Sebagai seorang istri prajurit, mau tidak mau kita sangat terpengaruh terhadap kepangkatan suami. Jika suami menjabat sebagai Komandan, istrinya menjabat sebagai ketua Persit di kantor suami. Dan bagaimana sikap kita jika dulu anggota suami kita sekarang menjadi atasan kita. Yang ingin saya bahas adalah ketika kita menjadi Senior yang   kemudian menjadi junior maupun junior yang kemudian menjadi Senior.&lt;br /&gt;1. Senior yang kemudian menjadi Junior&lt;br /&gt;Hal ini bisa terjadi apabila seorang anggota prajurit tidak mengikuti pendidikan spt tsb diatas dikarenakan oleh beberapa hal. Biasanya senior usianya lebih tua daripada juniornya, tapi karena si Junior mengikuti pendidikan utk kenaikan Jabatan sehingga si Junior yang lebih muda ini memperoleh jabatan dan kepangkatan lebih tinggi daripada si Senior. Akibatnya yang tadinya komandannya malah bisa berbalik menjadi bawahannya. Dibutuhkan “ Hati seluas Samudra”   ketika kita harus menghadapi kenyataan bahwa yang dulu menjadi bawahan kita sekarang menjadi komandan kita atau berada diatas kita.  Sebagai seorang istri kita harus menyadari bahwa rejeki di tangan Allah. Mungkin rejeki suami kita tidak di situ. Tidak perlu merasa rendah diri , tetap bersikap hormat terhadap atasan meskipun atasan tersebut dulu adalah bawahan kita. Rejeki tidak hanya di jabatan dan pangkat, siapa tahu rejeki itu ada di anak2 kita, meskipun suami tidak mengikuti pendidikan tapi kita mempunyai anak2 sehat dan cerdas   ataupun mungkin kita punya usaha lain yang jauh lebih baik. Seperti istilah “No Body Perfect “ tidak ada manusia yang sempurna, mereka yang kariernya cepat naiknya pun adakalanya harus dibayar mahal dengan kehancuran keluarga ataupun keutuhan keluarganya. Intinya jangan iri dengan kesuksesan orang lain, percayalah setiap orang mempunyai rejekinya masing2 dan Allah tidak akan salah dalam membagi rejeki baginya hamba Nya. Yang utama, tempatkanlah posisi kita pada tempatnya ketika kita harus menjadi seorang anggota , hormat dan santun kepada atasan tetap dijaga. Untuk itu perlunya menjaga sikap kita kepada siapapun sekalipun itu anggota kita dengan tetap menghargai mereka sebagai pribadi dan tidak berbuat sewenang-wenang.  Sebagai mahkluk yang beriman, kita percaya bahwa Allah tahu yang terbaik bagi hambanya, mungkin ini adalah perwujudan cinta Allah kepada hamba Nya, karena setiap pemimpin pasti akan dimintai pertanggungjawaban     kelak  terhadap apa yang dia pimpin, kalo kita tidak menjadi pemimpin berarti kita terhindar dari tanggung jawab sebagai pemimpin.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Junior yang kemudian menjadi Senior&lt;br /&gt;Menjadi junior yang beruntung memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan dan mendapat jabatan dan kepangkatan lebih cepat dari seniornya, bahkan mendahului sang senior, tentu lebih mudah bersikap. Tapi ingat… cobaan datang tidak hanya bersifat kesusahan, pangkat dan jabatan adalah cobaan juga, justru  banyak orang yang tidak berhasil dengan cobaan kesenangan.  Banyak orang lupa diri ketika memperoleh jabatan tinggi, mereka sombong merasa lebih hebat dari yang lain, akibatnya bersikap sewenang2 pada bawahan, tidak menghormati senior yang sekarang jadi bawahannya. Sekali lagi dibutuhkan “Hati seluas Samudra “ untuk tetap rendah hati, low profile, menjaga sikap dan perilaku untuk tetap santun dan hormat meskipun dengan bawahan. Jangan lupa daratan, karena jabatan duniawi sifatnya sementara, jabatan harus  dipertanggungjawabkan dunia akhirat, jabatan kita harus diserahkan kepada orang lain bahkan direbut orang lain, tidak ada yang abadi. Kesempatan yang diberikan Allah kepada kita untuk mengemban jabatan dan pangkat lebih tinggi daripada orang lain, harus kita manfaatkan untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, agar kelak kita bisa mempertanggungjawabkan kepemimpinan kita dihadapan Allah. Belajar dari cara Rasulullah dan sahabat Nabi para khalifah dalam memimpin umat, agar kita tidak menjadi orang yang lupa diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuncinya kita harus menjadi pribadi yang santun, sopan, hormat dan menghargai orang lain siapa pun juga apakah itu atasan atau bawahan. Percayalah hidup terlalu sebentar  untuk disia-siakan jika kita hanya terpaku  karena suami tidak kunjung naik pangkat bahkan dibalap oleh juniornya. Kita juga akan menjadi manusia yang sia-sia jika pangkat dan jabatan kita hanya kita gunakan untuk pamer kekuatan atau power sebagai seorang pejabat punya kuasa untuk bersikap sewenang2  pada bawahan. Pangkat dan jabatan adalah amanah yang harus diemban dan dipertanggung jawabkan kelak dikemudian hari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/556999469286755204-1264727894682308115?l=persitkusayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://persitkusayang.blogspot.com/feeds/1264727894682308115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2011/11/hati-seluas-samudera.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/1264727894682308115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/1264727894682308115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2011/11/hati-seluas-samudera.html' title='Hati Seluas Samudera'/><author><name>Persitku sayang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228219354310702975</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-556999469286755204.post-7485853221503673997</id><published>2011-11-09T01:00:00.001-08:00</published><updated>2011-12-13T16:23:43.826-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HORE REMUNERASI CAIR'/><title type='text'>HORE REMUNERASI CAIR !!!</title><content type='html'>Alhamdullilah….. itu kalimat pertama yang terucap ketika membaca teks berjalan di TV One, yang bunyinya kalo tidak salah “ Dana Remunerasi TNI Polri cair sebesar……” jumlahnya lupa tapi tulisan itu cukup membuat lega anggota TNI Polri dan keluarganya. Setelah sekian lama hanya menjadi issue dan wacana akhirnya tunjangan kinerja alias remunerasi atau yang biasa kita sebut Bang Remon atau si Mumun akhirnya turun juga yang katanya melewati proses tarik ulur di DPR. &lt;br /&gt;                Aku memang bukan anggota DPR atau pemerintah yang gak paham kebijaksanaan Negara, tapi si Bang remon ini memang pantas diberikan untuk TNI Polri, mereka mengemban tugas Negara yang mempertaruhkan jiwa raga sudah selayaknya pengorbanan itu dibayar dengan penghargaan yang pantas.  Sangat menyakitkan ketika kasus Gayus mencuat, ternyata si Gayus yang KKN maha besar ini sudah menerima gaji yang bagi anggota TNI Polri sangat besar kelas Jendral. Alasan Negara menggaji Departemennya si Gayus dengan gaji besar karena pekerjaannya godaannya besar dan memungkinkan untuk melakukan KORUPSI… !!!! &lt;br /&gt;      Hah…ironis banget ternyata gaji udah besar tetap aja korupsi. Sementara TNI Polri yang berjuang mempertaruhkan jiwa raga dengan loyalitas tinggi malah tidak dapat penghargaan yang layak. Lagian gak jaminan khan kalo udah digaji tinggi trus gak korupsi nyatanya si Gayus korupsinya gak tanggung-tanggung. Sebenarnya semuanya kembali kepada moral personil. Meskipun pekerjaan penuh dengan godaan duniawi tapi kalo moralnya baik , kuat …. Insya Allah tidak tergoda untuk korupsi. Tapi….kalo memang dasarnya mental korupsi mau gaji besar atau kecil tetap saja maunya korupsi melulu…. &lt;br /&gt;                  Bang Remon tahap pertama akhirnya turun juga  jumlahnya bagi kami lumayan 2,5 gaji karena merapel 5 bulan, memang sih tidak sebesar berita yang beredar selama ini ( berita yang beredar khan jumlahnya fantastis banget tuh..) tapi berapa pun jumlahnya aku syukuri. Dana ini lumayan buat mengganti biaya pindahanku dari Makassar ke Magelang , setengahnya lagi masuk tabungan sebagai dana Cadangan. &lt;br /&gt;      Tiga bulan kemudian Bang remon tahap ke2 turun jumlahnya memang tidak sebesar tahap pertama karena cuma 3 bulan, setelah dipotong zakat utk anak yatim semua dana kami masukkan ke tabungan lagi. Aku bukan tipe orang yang gila belanja, memang aku lihat beberapa teman sibuk belanja dan jalan-jalan setelah terima bang Remon. Itu hak mereka, itu uang mereka juga jadi mau diapain silakan saja… Hanya saja karena aku punya proyek masa depan yang membutuhkan dana  yang tidak sedikit, maka aku merasa perlu untuk menginvestasikan sebagian penghasilan suamiku. Terutama uang kaget yang diluar gaji biasanya gak aku utak-atik dan itu sudah aku lakukan sejak kami menikah.  Dari mulai honor mengajar ( waktu dinas di Akmil), rapelan macam2, bahkan sampai uang arisan dan sekarang bang Remon, aku selalu menginvestasikan mula-mula berupa tabungan di Bank, setelah agak lumayan jumlahnya aku alihkan sebagian ke emas dan rumah. Tujuanku jelas untuk proyek masa depan. Tugas suami yang pindah-pindah dan berulang kali harus mengikuti pendidikan, juga biaya pendidikan anak nantinya , semua itu membutuhkan dana  yang tidak sedikit, kalo minta orang tua..malu dong! Padahal kalo minta pasti dikasih, tapi masa sih mau nyusahin orang tua terus, mesti pinter-pinter mengelola keuangan. Tabungan di Bank untuk rencana jangka pendek, untuk yang jangka panjang aku memilih investasi rumah dan emas, karena yang pasti nilainya bisa mengikuti laju inflasi, kalo semua dalam bentuk uang yang nilainya tidak dapat mengikuti laju inflasi maka semakin lama nilainya akan turun begitu kata Bang Safir Senduk ahli keuangan, mohon maaf kalo ada yang salah bang….&lt;br /&gt;               Si Bang Remon yang katanya akan turun tiap 3 bulan ini kami rencanakan untuk investasi rumah lagi-lagi proyek masa depan, kalo untuk hidup sehari-hari tetap saja pake gaji biasanya sebelum ada bang remon. Meskipun si Bang remon sudah turun tapi tetap saja mengikuti filosofinya PRAJURIT…PRAsojo, JUjur dan iRIT he…he…he… Lagian kalo kita selalu berusaha mensyukuri apapun yang kita terima Insya Allah kita akan bahagia, tidak perlu melihat keatas masih banyak saudara-saudara kita yang taraf kehidupannya jauh di bawah kita. Kuncinya : Syukuri apa yang ada, dan  lihatlah apa yang terjadi anda akan bahagia…( kata Mario Teguh , maaf kalo salah kutip pak Mario)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/556999469286755204-7485853221503673997?l=persitkusayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://persitkusayang.blogspot.com/feeds/7485853221503673997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2011/11/hore-remunerasi-cair.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/7485853221503673997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/7485853221503673997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2011/11/hore-remunerasi-cair.html' title='HORE REMUNERASI CAIR !!!'/><author><name>Persitku sayang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228219354310702975</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-556999469286755204.post-8041236162736010517</id><published>2011-06-01T01:17:00.000-07:00</published><updated>2011-12-13T16:22:02.336-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SAAT HARUS TERPISAH OLEH JARAK'/><title type='text'>SAAT HARUS TERPISAH OLEH JARAK</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;Suami istri idealnya tinggal bersama , tapi ada kalanya suami istri berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk tinggal serumah.    Bagi seorang istri prajurit di tinggal suami bertugas sudah bukan hal yang aneh, menjadi single parent dalam kurun waktu tertentu kadang menjadi keharusan yang mau tidak mau harus dijalani.   Bagi calon istri prajurit ketika dia memutuskan untuk menikah dengan seorang anggota TNI biasanya ada pertanyaan yang ditujukan kepadanya “ Siap untuk ditinggal-tinggal gak?”  Kalo gak siap jangan jadi istri prajurit.  Dari hal yang paling kecil siap ditinggal piket, belum kalo suami harus mengikuti pendidikan yang hitungannya bulan bahkan tahunan apalagi kalo tugas operasi ke daerah konflik dimana anak istri tidak mungkin untuk mengikuti tugas suami. Sampai dengan ketika berada dalam pilihan suami dipindah tugas ke daerah terpencil dimana istri tidak dapat mengikuti karena tidak dapat pindah kerja atau karena kepentingan pendidikan anak-anak didaerah tersebut pendidikan belum maju sehingga suami , istri dan anak-anak harus hidup terpisah.&lt;br /&gt;                   Sebuah keluarga memang idealnya hidup serumah , karena pendidikan  dan perkembangan anak akan  seimbang dan  tidak  pincang  di banding bila anak tinggal hanya dengan ibu saja atau ayah saja.  Seorang suamipun akan bisa bekerja  dengan  maksimal karena berada di dekat keluarganya lain halnya kalo suami terpaksa hidup membujang, konsentrasinya akan terbagi antara pekerjaan dan keluarganya yang jauh sehingga akan berpengaruh pada pekerjaannya.  Disamping itu banyak kejadian dimana suami istri yang hidup terpisah menjadi alasan bagi suami atau istri tersebut untuk berselingkuh, akibatnya rumah tangga menjadi berantakan.  Memang rumah tangga berjauhan  menjadi ujian kesetiaan bagi pasangan suami istri.  Selain itu banyak masalah yang harusnya diatasi bersama terpaksa harus diatasi salah satu, suami saja atau istri saja. &lt;br /&gt;                   Saat ini saya akan berbagi tips bagi pasangan suami istri apabila terpaksa berjauhan untuk menjaga keharmonisan suami istri, agar hal-hal yang tidak kita inginkan tidak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Komunikasi&lt;br /&gt;Komunikasi antara suami istri menjadi faktor paling utama. Saat ini alat komunikasi tidak lagi menjadi masalah . Bersyukurlah yang hidup di jaman sekarang karena berbagai macam alat komunikasi seperti Hp, internet sudah sangat memasyarakat. Maksimalkan pemakaian alat komunikasi dari SMS, telpon dg fasilitas 3G, internet dg chating, email , FB bahkan video call spt Skype. Manfaatkan kemudahan tegnologi juga promo pulsa murah. Setiap saat kita bisa berkomunikasi dg suami, juga bisa melihat wajah suami dan mengetahui kegiatan suami dg 3G atau Skype. Dengan kemudahan berkomunikasi kita akan merasa suami dekat dengan kita dan tidak begitu merasa kehilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cari Kesibukan&lt;br /&gt;Suami istri berjauhan pasti akan merasakan kesepian. Cari kegiatan yang bisa menghilangkan kesepian. Kita bisa menekuni hobi lama menjahit, menulis, memasak, mengikuti kursus, aktif di organisasi/perkumpulan , bahkan mencari kegiatan yang bersifat profit ( suatu saat saya akan menulis dalam bahasan tersendiri bagaimana mengisi kegiatan yang dapat menghasilkan )  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rajin menabung&lt;br /&gt;Jika jarak tinggal suami istri cukup jauh dipisahkan oleh lautan bahkan mungkin oleh Negara, pertemuan menjadi harga yang mahal. Maka sisihkan penghasilan tiap bulan khusus untuk perjalanan suami atau istri, atur pertemuan tiap beberapa bln sekali. Walaupun setiap hari telpon atau skype,  rasanya tetap akan berbeda . Pertemuan tetap mutlak diperlukan untuk menumpahkan segala kerinduan, ibaratnya Hp pertemuan menjadi saat penting untuk mengisi baterei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Libatkan suami dalam mengambil Keputusan&lt;br /&gt;Dalam mengambil keputusan terhadap masalah yang besar dan penting, diskusikan dengan suami. Berikan gambaran sejelas-jelasnya tentang masalah yang dihadapi misalnya : menentukan sekolah anak, memilih tempat les untuk anak, memperbaiki rumah, menjual mobil mintalah pertimbangan dan masukan dari suami. Dengan begitu suami merasa tetap dibutuhkan dan merasa lebih berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ungkapan Romantis&lt;br /&gt;Jarak yang jauh antara suami istri bisa dimanfaatkan untuk menggali romantisme. Apabila selama ini suami istri jarang mengungkapkan rasa cinta, saat berjauhan menjadi saat yang tepat untuk mengungkapkannya. Bayangkan saat ini adalah saat pacaran, ungkapkan kata-kata cinta, rindu dengan panggilan sayang, cinta bisa lewat sms atau saat chating. Hal ini akan selalu menghidupkan cinta diantara suami istri walaupun berjauhan. Jangan ragu untuk mengungkapkan kerinduan dengan kata-kata romantis setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Beri Target&lt;br /&gt;Suami istri berjauhan sebenarnya jauh dari ideal suatu hubungan suami istri, tapi kalo berjauhan menjadi satu2nya pilihan yang mau tidak mau harus dijalani kita harus menjalaninya dengan sabar. Tapi tetap kita harus menetapkan target kapan berjauhan ini harus diakhiri. Artinya harus ada salah satu pihak yang mengalah untuk bisa berkumpul selayaknya sebuah rumah tangga , misalnya : istri mengalah keluar kerja, istri/ suami mengajukan permohonan  pindah . Karena apabila sebuah rumah tangga berjauhan terus akan sulit untuk menggapai Ridho Nya dalam berumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Lebih banyak mendekatkan diri pada Sang Pencipta&lt;br /&gt;Apapun yang terjadi diatas bumi ini tidak akan luput atas ijin Nya. Begitu juga yang terjadi antara suami istri yang tinggal berjauhan, pasti sudah seijin Allah hal tersebut terjadi, rajin2lah berdoa mendekatkan diri kepada Nya, bersabar dan bertawakal menyerahkan segala penyelesaian masalah kepada Nya. Pasrahkan penjagaan terhadap suami, istri dan anak kita kepada sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Minta bantuan&lt;br /&gt;Jangan ragu untuk minta bantuan orang-orang terdekat, orang tua, keluarga, teman maupun tetangga apabila kita dalam kesulitan misalnya menghadapi anak yang sedang sakit dan dia perlu penanganan dokter secepatnya. Untuk itu binalah hubungan baik dengan orang-orang terdekat.&lt;br /&gt;Demikian sebagian kecil tips bagi pasangan suami istri yang mungkin saat ini terpaksa tinggal berjauhan karena tugas , semoga jarak yang memisahkan tidak menjadi kendala dalam membina keharmonisan hubungan suami istri. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                         Rindu Setengah Mati&lt;br /&gt;                            By. D’ Masiv&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:ALGERIAN;"&gt;&lt;blockquote&gt;Aku ingin Engkau ada disini&lt;br /&gt;Menemaniku saat sepi&lt;br /&gt;Menemaniku saat gundah&lt;br /&gt;Berat hidup ini tanpa dirimu&lt;br /&gt;Ku hanya mencintai kamu&lt;br /&gt;Ku hanya memiliki kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rindu setengah mati kepadamu&lt;br /&gt;Sungguh kuingin kau tahu&lt;br /&gt;Aku rindu setengah mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski telah lama kita tak bertemu &lt;br /&gt;Ku selalu memimpikan kamu&lt;br /&gt;Ku tak bisa hidup tanpamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rindu setengah mati kepadamu&lt;br /&gt;Sungguh kuingin kau tahu&lt;br /&gt;Ku tak bisa hidup tanpamu..&lt;br /&gt;Aku rindu setengah mati kepadamu&lt;br /&gt;Aku rindu..&lt;br /&gt;Setengah mati…&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                                                     Magelang, Medio 1 Juni 2011…..&lt;br /&gt;( Tulisan dan lagu ini kupersembahkan untuk suamiku tercinta yang saat ini berada di pedalaman Sulawesi Selatan , Watampone….Terima kasih atas cintamu yang begitu besar..)&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/556999469286755204-8041236162736010517?l=persitkusayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://persitkusayang.blogspot.com/feeds/8041236162736010517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2011/06/saat-harus-terpisah-oleh-jarak.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/8041236162736010517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/8041236162736010517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2011/06/saat-harus-terpisah-oleh-jarak.html' title='SAAT HARUS TERPISAH OLEH JARAK'/><author><name>Persitku sayang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228219354310702975</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-556999469286755204.post-389717307730388191</id><published>2011-06-01T01:14:00.000-07:00</published><updated>2011-12-13T16:21:49.517-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SAAT HARUS TERPISAH OLEH JARAK'/><title type='text'>SAAT HARUS TERPISAH OLEH JARAK</title><content type='html'>Suami istri idealnya tinggal bersama , tapi ada kalanya suami istri berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk tinggal serumah.    Bagi seorang istri prajurit di tinggal suami bertugas sudah bukan hal yang aneh, menjadi single parent dalam kurun waktu tertentu kadang menjadi keharusan yang mau tidak mau harus dijalani.   Bagi calon istri prajurit ketika dia memutuskan untuk menikah dengan seorang anggota TNI biasanya ada pertanyaan yang ditujukan kepadanya “ Siap untuk ditinggal-tinggal gak?”  Kalo gak siap jangan jadi istri prajurit.  Dari hal yang paling kecil siap ditinggal piket, belum kalo suami harus mengikuti pendidikan yang hitungannya bulan bahkan tahunan apalagi kalo tugas operasi ke daerah konflik dimana anak istri tidak mungkin untuk mengikuti tugas suami. Sampai dengan ketika berada dalam pilihan suami dipindah tugas ke daerah terpencil dimana istri tidak dapat mengikuti karena tidak dapat pindah kerja atau karena kepentingan pendidikan anak-anak didaerah tersebut pendidikan belum maju sehingga suami , istri dan anak-anak harus hidup terpisah.&lt;br /&gt;                   Sebuah keluarga memang idealnya hidup serumah , karena pendidikan  dan perkembangan anak akan  seimbang dan  tidak  pincang  di banding bila anak tinggal hanya dengan ibu saja atau ayah saja.  Seorang suamipun akan bisa bekerja  dengan  maksimal karena berada di dekat keluarganya lain halnya kalo suami terpaksa hidup membujang, konsentrasinya akan terbagi antara pekerjaan dan keluarganya yang jauh sehingga akan berpengaruh pada pekerjaannya.  Disamping itu banyak kejadian dimana suami istri yang hidup terpisah menjadi alasan bagi suami atau istri tersebut untuk berselingkuh, akibatnya rumah tangga menjadi berantakan.  Memang rumah tangga berjauhan  menjadi ujian kesetiaan bagi pasangan suami istri.  Selain itu banyak masalah yang harusnya diatasi bersama terpaksa harus diatasi salah satu, suami saja atau istri saja. &lt;br /&gt;                   Saat ini saya akan berbagi tips bagi pasangan suami istri apabila terpaksa berjauhan untuk menjaga keharmonisan suami istri, agar hal-hal yang tidak kita inginkan tidak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Komunikasi&lt;br /&gt;Komunikasi antara suami istri menjadi faktor paling utama. Saat ini alat komunikasi tidak lagi menjadi masalah . Bersyukurlah yang hidup di jaman sekarang karena berbagai macam alat komunikasi seperti Hp, internet sudah sangat memasyarakat. Maksimalkan pemakaian alat komunikasi dari SMS, telpon dg fasilitas 3G, internet dg chating, email , FB bahkan video call spt Skype. Manfaatkan kemudahan tegnologi juga promo pulsa murah. Setiap saat kita bisa berkomunikasi dg suami, juga bisa melihat wajah suami dan mengetahui kegiatan suami dg 3G atau Skype. Dengan kemudahan berkomunikasi kita akan merasa suami dekat dengan kita dan tidak begitu merasa kehilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cari Kesibukan&lt;br /&gt;Suami istri berjauhan pasti akan merasakan kesepian. Cari kegiatan yang bisa menghilangkan kesepian. Kita bisa menekuni hobi lama menjahit, menulis, memasak, mengikuti kursus, aktif di organisasi/perkumpulan , bahkan mencari kegiatan yang bersifat profit ( suatu saat saya akan menulis dalam bahasan tersendiri bagaimana mengisi kegiatan yang dapat menghasilkan )  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rajin menabung&lt;br /&gt;Jika jarak tinggal suami istri cukup jauh dipisahkan oleh lautan bahkan mungkin oleh Negara, pertemuan menjadi harga yang mahal. Maka sisihkan penghasilan tiap bulan khusus untuk perjalanan suami atau istri, atur pertemuan tiap beberapa bln sekali. Walaupun setiap hari telpon atau skype,  rasanya tetap akan berbeda . Pertemuan tetap mutlak diperlukan untuk menumpahkan segala kerinduan, ibaratnya Hp pertemuan menjadi saat penting untuk mengisi baterei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Libatkan suami dalam mengambil Keputusan&lt;br /&gt;Dalam mengambil keputusan terhadap masalah yang besar dan penting, diskusikan dengan suami. Berikan gambaran sejelas-jelasnya tentang masalah yang dihadapi misalnya : menentukan sekolah anak, memilih tempat les untuk anak, memperbaiki rumah, menjual mobil mintalah pertimbangan dan masukan dari suami. Dengan begitu suami merasa tetap dibutuhkan dan merasa lebih berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ungkapan Romantis&lt;br /&gt;Jarak yang jauh antara suami istri bisa dimanfaatkan untuk menggali romantisme. Apabila selama ini suami istri jarang mengungkapkan rasa cinta, saat berjauhan menjadi saat yang tepat untuk mengungkapkannya. Bayangkan saat ini adalah saat pacaran, ungkapkan kata-kata cinta, rindu dengan panggilan sayang, cinta bisa lewat sms atau saat chating. Hal ini akan selalu menghidupkan cinta diantara suami istri walaupun berjauhan. Jangan ragu untuk mengungkapkan kerinduan dengan kata-kata romantis setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Beri Target&lt;br /&gt;Suami istri berjauhan sebenarnya jauh dari ideal suatu hubungan suami istri, tapi kalo berjauhan menjadi satu2nya pilihan yang mau tidak mau harus dijalani kita harus menjalaninya dengan sabar. Tapi tetap kita harus menetapkan target kapan berjauhan ini harus diakhiri. Artinya harus ada salah satu pihak yang mengalah untuk bisa berkumpul selayaknya sebuah rumah tangga , misalnya : istri mengalah keluar kerja, istri/ suami mengajukan permohonan  pindah . Karena apabila sebuah rumah tangga berjauhan terus akan sulit untuk menggapai Ridho Nya dalam berumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Lebih banyak mendekatkan diri pada Sang Pencipta&lt;br /&gt;Apapun yang terjadi diatas bumi ini tidak akan luput atas ijin Nya. Begitu juga yang terjadi antara suami istri yang tinggal berjauhan, pasti sudah seijin Allah hal tersebut terjadi, rajin2lah berdoa mendekatkan diri kepada Nya, bersabar dan bertawakal menyerahkan segala penyelesaian masalah kepada Nya. Pasrahkan penjagaan terhadap suami, istri dan anak kita kepada sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Minta bantuan&lt;br /&gt;Jangan ragu untuk minta bantuan orang-orang terdekat, orang tua, keluarga, teman maupun tetangga apabila kita dalam kesulitan misalnya menghadapi anak yang sedang sakit dan dia perlu penanganan dokter secepatnya. Untuk itu binalah hubungan baik dengan orang-orang terdekat.&lt;br /&gt;Demikian sebagian kecil tips bagi pasangan suami istri yang mungkin saat ini terpaksa tinggal berjauhan karena tugas , semoga jarak yang memisahkan tidak menjadi kendala dalam membina keharmonisan hubungan suami istri. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rindu Setengah Mati&lt;br /&gt;By. D’ Masiv&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin Engkau ada disini&lt;br /&gt;Menemaniku saat sepi&lt;br /&gt;Menemaniku saat gundah&lt;br /&gt;Berat hidup ini tanpa dirimu&lt;br /&gt;Ku hanya mencintai kamu&lt;br /&gt;Ku hanya memiliki kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rindu setengah mati kepadamu&lt;br /&gt;Sungguh kuingin kau tahu&lt;br /&gt;Aku rindu setengah mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski telah lama kita tak bertemu &lt;br /&gt;Ku selalu memimpikan kamu&lt;br /&gt;Ku tak bisa hidup tanpamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rindu setengah mati kepadamu&lt;br /&gt;Sungguh kuingin kau tahu&lt;br /&gt;Ku tak bisa hidup tanpamu..&lt;br /&gt;Aku rindu setengah mati kepadamu&lt;br /&gt;Aku rindu..&lt;br /&gt;Setengah mati…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                                       Magelang, Medio 1 Juni 2011…..&lt;br /&gt;( Tulisan dan lagu ini kupersembahkan untuk suamiku tercinta yang saat ini berada di pedalaman Sulawesi Selatan , Watampone….Terima kasih atas cintamu yang begitu besar..)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/556999469286755204-389717307730388191?l=persitkusayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://persitkusayang.blogspot.com/feeds/389717307730388191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2011/06/saat-harus-terpisah-oleh-jarak_01.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/389717307730388191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/389717307730388191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2011/06/saat-harus-terpisah-oleh-jarak_01.html' title='SAAT HARUS TERPISAH OLEH JARAK'/><author><name>Persitku sayang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228219354310702975</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-556999469286755204.post-3950434295558629750</id><published>2011-01-27T23:14:00.000-08:00</published><updated>2011-12-13T16:21:36.350-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TINGGAL DI ASRAMA ATAU TINGGAL DI LUAR'/><title type='text'>TINGGAL DI ASRAMA ATAU TINGGAL DI LUAR</title><content type='html'>Anggota TNI identik dengan tinggal di Asrama, tapi apakah ini menjadi keharusan ? Tidak juga sih...., kita bisa memilih tinggal di asrama atau di luar asrama. Tapi semuanya tentu ada plus minus nya, masing-masing punya keunggulan dan kelemahan.&lt;br /&gt;    Bagi yang sejak kecil tinggal di asrama ( Ortu anggota TNI juga ) mungkin tidak akan kaget dengan kehidupan asrama. Tapi bagi yang belum pernah sama sekali tinggal di asrama mungkin akan terkaget-kaget dengan kehidupan di asrama.&lt;br /&gt;    Kita memilih tinggal di asrama atau di luar asrama pasti ada alasannya. Misalnya; kita memilih tinggal di asrama karena memang tidak ada pilihan lain karena kita belum memiliki rumah sendiri atau memiliki rumah tp berada di kota yang berbeda. Tapi apa bila kita mempunyai kesempatan untuk memilih antara rumah di asrama atau di luar asrama coba kita buat perbandingan keuntungan dan kerugiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plus Minus Tinggal di Asrama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hemat&lt;br /&gt;   Hemat sudah pasti, karena kita tidak perlu mengeluarkan dana lebih untuk membeli atau mengontrak. Paling banter kita keluar dana Oper pemilikan bangunan, dan mungkin juga dana perbaikan kalo rumah yg akan kita tempati ada bagian-bagian yg rusak. Tapi dana itu akan jauh lebih kecil dibandingkan jika kita harus membeli atau membangun rumah sendiri maupun mengontrak dimana kita harus mengeluarkan dana tiap bulan atau tahun untuk membayar kontrakan. Disamping itu di beberapa daerah yang asramanya di dalam ksatrian biaya listrik dan air ditanggung kantor. Ini tentu juga akan mengurangi pengeluaran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dekat&lt;br /&gt;   Asrama biasanya tidak jauh dari Kantor, dengan demikian kalo ada kegiatan kita akan lebih mudah berangkat. Bahkan ada beberapa asrama yg nempel dg kantor, sehingga yang punya anak kecil bisa dibawa atau di tinggal sambil diawasi karena rumah cukup dekat dg kantor. Dari segi biaya  kita tidak perlu mengeluarkan dana lagi untuk transport apabila ada kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memudahkan pengawasan dan pembinaan&lt;br /&gt;   Anggota tinggal di asrama, tentu akan lebih mudah bagi atasan untuk melakukan pengawasan pada kehidupan sehari-hari anggota dan keluarganya. Pembinaan terhadap anggota juga akan lebih mudah karena setiap informasi pasti akan lebih mudah disampaikan kepada anggota. Dan apabila ada hal-hal penting yang harus segera ditindak lanjuti tentu akan lebih mudah mengumpulkan anggota yang tinggal di asrama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Harus siap dengan segala aturan asrama&lt;br /&gt;   Tinggal di asrama harus siap melaksanakan segala macam aturan di asrama, seperti : misalnya  di Larang menjemur pakaian di pagar atau halaman, diwajibkan memotong rumput tiap 2 minggu sekali, diwajibkan menanam pot bunga di halaman, halaman harus bersih dan lain sebagainya. Semua tergantung peraturan dari Atasan atau peraturan ka Komplek atau Ketua asrama. Hal ini agak berbeda kalo kita tinggal di rumah sendiri di luar asrama, peraturan pasti tidak terlalu ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Nuansa persaingan akan lebih terasa&lt;br /&gt;   Tinggal di asrama berarti bertetangga dengan teman-teman sekantor, tentu saja nuansa persaingan akan lebih terasa kental. Misalnya : Si A dan Si B sama-sama perwira tp si A punya mobil sementara si B hanya punya motor, kadang-kadang timbul perasaan iri, minder, rendah diri atau bahkan sebaliknya perasaan merasa lebih mampu, lebih kaya...yang akibatnya menimbulkan perasaan tidak enak. Untuk itu bagi yang tinggal di Asrama harus pandai-pandai mengolah hati bahwa rejeki di tangan Allah, jangan terpengaruh apabila rumput tetangga nampak lebih hijau....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Masalah di Asrama  terbawa ke kantor/organisasi&lt;br /&gt;   Seringkali di dalam kehidupan bertetangga tidak selalu berjalan mulus ada saja masalah antar tetangga. Sementara kalo kita hidup di Asrama tetangga kita adalah teman kita di kantor/organisasi. Akibatnya kalo terjadi masalah yg mengakibatkan hubungan bertetangga menjadi tidak enak, pekerjaan kantor/organisasi yang melibatkan pihak yang bermasalah menjadi kena imbasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kehidupan pribadi siap di campuri&lt;br /&gt;   Tinggal di Asrama kita juga harus siap jika kehidupan pribadi kita dicampuri tetangga. Sebagai contoh ibu A biasa melakukan pembagian tugas dengan suaminya, si bapak mendapat tugas mencuci dan menyetrika, sementara si ibu memasak dan mengasuh anak. Adakalanya ini dipandang salah oleh tetangga, sehingga tetangga melapor ke atasan dan si Ibu A mendapat teguran dari atasan karena membiarkan suaminya mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Hal yang sebenarnya menjadi urusan pribadi, justru dicampuri oleh pihak2 diluar keluarga tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Masalah dengan tetangga lebih komplek&lt;br /&gt;   Tinggal di Asrama, berarti yang kita temui di rumah juga menjadi teman di kantor atau organisasi. Dengan intensitas pertemuan yang cukup sering, ada beberapa kemungkinan terjadi, menjadi teman akrab yang melebihi saudara, atau justru sebaliknya menjadi musuh. Kemungkinan pertama adalah hal yang paling diharapkan dalam kehidupan bertetangga saling tolong menolong, menghargai dan menghormati. Tapi dampak yang ke2 adalah dampak buruk yang sering juga terjadi. Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia yang sempurna, kalo kita tidak dapat menerima kekurangan orang lain, ditambah rasa iri, dengki, tidak ada rasa menghormati dan menghargai, masalah kecil sekalipun bisa menjadi besar, gara2 omongan saja bisa menjadi masalah apalagi kalo yg di temui adalah orang yang itu-itu saja, segala sesuai jadi serba salah . Hal ini akan berbeda kalo kita tinggal di luar asrama, dimana kita tinggal di tempat dg berbagai macam profesi, mereka jarang saling mencampuri. Apalagi kalo di perkotaan tetangga tidak terlalu usil dengan urusan orang lain, bahkan cenderung cuek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Melenakan&lt;br /&gt;   Harga rumah dan harga kontrak rumah yang terus merangkak naik, membuat orang yang tinggal di Asrama merasakan kenyamanan tersediri. Akibatnya banyak di antara penghuni asrama yang terlena, sehingga mereka lupa berinvestasi untuk tempat tinggal. Makanya banyak kita temui penghuni asrama enggan meninggalkan asrama walaupun sudah pensiun, dengan alasan belum punya rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ini adalah sebagian gambaran baik buruknya tinggal di asrama, semuanya kembali pada pribadi masing-masing untuk memilih mau tinggal di asrama atau di luar Asrama. Tinggal di asrama asal bisa menyikapi dengan bijak setiap masalah tentunya akan memberikan kenikmatan tersendiri dan jangan terlena untuk tetap menyisihkan sebagian penghasilan untuk rumah masa depan apabila sudah tidak berdinas di TNI. Sehingga tidak perlu terjadi pengeksekusian rumah asrama seperti yang sering kita saksikan di TV. Tapi bagaimanapun juga kita hidup memang tidak bisa lepas dari masalah baik itu, di kantor, rumah, organisasi maupun sekolah. Itulah yang dinamakan hidup.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/556999469286755204-3950434295558629750?l=persitkusayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://persitkusayang.blogspot.com/feeds/3950434295558629750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2011/01/tinggal-di-asrama-atau-tinggal-di-luar.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/3950434295558629750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/3950434295558629750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2011/01/tinggal-di-asrama-atau-tinggal-di-luar.html' title='TINGGAL DI ASRAMA ATAU TINGGAL DI LUAR'/><author><name>Persitku sayang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228219354310702975</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-556999469286755204.post-6830777091742536060</id><published>2011-01-18T21:08:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T21:09:58.102-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CATATAN AKHIR TAHUN'/><title type='text'>CATATAN AKHIR TAHUN</title><content type='html'>Tahun 2010 baru saja berlalu, kemeriahan menyambut tahun baru 2011  masih terasa. Suka duka selama tahun 2010 telah terlewati, banyak suka tapi banyak juga duka yang harus mau tidak mau dijalani. Menghadapi kesuksesan dan kebahagiaan bukanlah hal yang sulit, tapi ketika kita harus menghadapi kegagalan, kepahitan yang terjadi di luar keinginan kita itu yang sulit.&lt;br /&gt;             Selama tahun 2010 aku mencatat beberapa hal yang terjadi di luar keinginanku. Tapi semua tetap harus di hadapi.  Manusiawi jika aku merasa kecewa, sedih bahkan hampir putus asa. Tapi aku tidak boleh menyerah, kenyataan harus dihadapi .&lt;br /&gt;             Selama ini aku berusaha  memperdalam ilmu sabar dan ilmu ikhlasku, ilmu yang terkesan sederhana tapi bermakna sangat tinggi dan luhur.  Ilmu ini mengajarkan kepadaku bahwa apapun yang aku lakukan hanya semata-mata karena Allah, baik itu di keluarga, organisasi atau masyarakat....sama sekali bukan untuk memperoleh pujian atau kenaikan jabatan.  Maka ketika apa yang kita lakukan dan kita yakini berjalan di koridor yang pas dan sesuai ternyata tidak memperoleh penghargaan yang sesuai tapi justru memperoleh  cacian , makian karena kita difitnah dengan hal-hal yang sama sekali tidak pernah kita lakukan kita tetap sabar dan ikhlas.  Aku berusaha mengolah ujian ini menjadi hikmah , ketika ujian kehidupan harus dilewati itu kuanggap sebagai cara Allah menunjukkan cintaNya kepadaku, keadaan sekecil apapun yang harus dilewati dan sama sekali tidak kita sukai Insya Allah akan menghapuskan dosa-dosa di masa lalu itu janji Allah kepada hambaNya. Dan jika aku berhasil melewatinya Insya Allah...Tuhan akan menaikkan derajatku di hadapan Nya. &lt;br /&gt;             Aku sangat menyadari kekuranganku sebagai manusia biasa aku jauh dari sempurna. Nabi Muhammad SAW sebagai manusia paling sempurna di muka bumi ini saja ada yang memusuhi, bahkan ada yang mau membunuh beliau dan melemparinya dengan kotoran. Apa lagi diriku yang tidak ada sekukunya Nabi Muhammad SAW. Aku tidak bisa memaksakan setiap orang harus setuju dan suka padaku. &lt;br /&gt; Dalam buku yang aku baca Nabi Muhammad sangat bersedih ketika tujuan baik  berdakwah justru dibalas dengan cacian, makian dan fitnahan. Untuk menghibur Nabi Muhammad maka Allah menurunkan Firman Nya :&lt;br /&gt;Surat An Nalh, Ayat 126....&lt;br /&gt;“ Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar. “&lt;br /&gt;Surat An Nalh, ayat 127...&lt;br /&gt;“ Bersabarlah ( hai Muhammad ) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.”&lt;br /&gt;Al Quran memang luar biasa memberikan jawaban bagi setiap pertanyaaan, memberikan ketenangan bagi jiwa-jiwa yang cemas dan gelisah. Ayat ini membuatku menjadi tenang ketika harus menghadapi ujian dalam hidup . Segala persoalan aku kembalikan kepada Nya biarlah Allah SWT yang menyelesaikan masalahku. Allah tidak pernah tidur, Dia akan menjagaku, cepat atau lambat  Dia akan menunjukkan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah, yang hitam akan tetap hitam dan yang putih akan tetap putih. Aku tidak pernah takut jika aku yakin apa yang aku lakukan selama ini semata-mata karena Allah bukan untuk mendapatkan sanjungan dan pujian.&lt;br /&gt;           Saat ini aku berusaha untuk menguatkan hati dan menyatukan niat hanya kepada  Allah untuk menggapai kesabaran karena kesabaran tidak kan pernah sia-sia.&lt;br /&gt;Selamat tinggal 2010....selamat datang 2011 semoga aku menjadi manusia yang lebih baik lagi dan bermanfaat bagi banyak orang....Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/556999469286755204-6830777091742536060?l=persitkusayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://persitkusayang.blogspot.com/feeds/6830777091742536060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2011/01/catatan-akhir-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/6830777091742536060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/6830777091742536060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2011/01/catatan-akhir-tahun.html' title='CATATAN AKHIR TAHUN'/><author><name>Persitku sayang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228219354310702975</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-556999469286755204.post-2263663824138131338</id><published>2010-09-28T16:23:00.000-07:00</published><updated>2011-12-13T16:22:18.213-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='N O M A D E N'/><title type='text'>N O M A D E N</title><content type='html'>Dalam hitungan bulan sudah 6 orang di lingkungan ku yang harus beralih tugas ke kota lain, bahkan harus menyebrang pulau. Beralih tugas sebenarnya hal yang biasa di lingkungan TNI, hal ini diperlukan demi peningkatan karier karena jabatan di tempat yang lama sudah tidak sesuai maka di perlukan penyesuaian jabatan di tempat lain. Selain itu apabila seorang anggota TNI mempunyai banyak pengalaman dengan berbagai macam jabatan dia akan mampu mengatasi berbagai macam masalah dalam pekerjaannya dengan baik itu yang diharapkan. &lt;br /&gt;      Tapi kenyataan ternyata tidak semudah kata-kata, beberapa waktu lalu aku menyaksikan bagaimana repotnya tetanggaku yang hendak pindah dari Makassar ke Jakarta.&lt;br /&gt;Setelah cukup lama tinggal di Sulawesi itupun setelah berputar-putar dari Menado-Kendari-Makassar akhirnya sekarang temanku itu pindah ke Jawa, setelah menempuh suatu jenjang pendidikan untuk kenaikan pangkat dan jabatan.&lt;br /&gt;      Ada rasa bahagia karena jabatan suami akan meningkat tapi semuanya tidak sederhana. Seluruh keluarga harus ikut pindah termasuk sekolah anak-anak, dan kantor istri bagi yang bekerja. Untuk istri yang berstatus ibu RT mungkin tidak terlalu masalah. Tapi bagi istri yang bekerja ada beberapa pilihan yang sama susahnya, ikut pindah kantor juga kalau bisa atau tetap di kantor lama dengan konsekuensi tinggal berjauhan ( lain kota bahkan ada yg lain pulau ) dengan suami, atau mengundurkan diri dan memilih profesi sebagai Ibu RT. Semuanya membutuhkan pengorbanan besar dan masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya. Hidup adalah pilihan, masing-masing dari kita akan memilih yang terbaik menurut kita. Tapi adakalanya si istri ingin tetap bekerja tapi tidak bisa pindah pekerjaan dan dia juga ingin tetap tinggal bersama suami, dalam hal ini ada suami yang memilih tidak mengikuti pendidikan untuk menaikkan kariernya. Inipun juga suatu pilihan yang membutuhkan pengorbanan besar, paling tidak korban perasaan ketika teman yang satu letting pangkatnya lebih tinggi dengan jabatan lebih diatasnya, bahkan adik-adik letting sudah menyalip pangkatnya. Sekali lagi hidup adalah pilihan, kita harus siap dengan berbagai resiko atas pilihan yang kita pilih....&lt;br /&gt;      Sekarang masalah sekolah anak-anak, bagi yang dari Jawa pindah keluar Jawa tidak terlalu bermasalah karena mutu pendidikan di Jawa jauh lebih baik daripada yang di luar Jawa. Anak-anak tidak kesulitan untuk mengikutinya.  Hanya mungkin terkendala maslah bahasa daerah yang berbeda. Itu yang terjadi pada anakku beberapa waktu lalu. Dari SDIT Ihsanul Fikri Mgl anakku pindah ke SDN Pampang II Makassar, dari hanya sekedar kelas unggulan dan bukan juara 1 , anakku langsung menjadi juara 1 bahkan sempat menyabot juara  1 OSN , dan maju ke tingkat propinsi..sayang dukungan , bimbingan dan perhatian dari pihak sekolah sangat minim sehingga tidak mampu maju ke tingkat nasional. &lt;br /&gt;Tapi kepindahan sekolah anak akan menjadi berat apabila dari luar Jawa ke Jawa, itu pula yang terjadi pada anak-anak kakakku dari Kalimantan pindah ke Jawa. Membutuhkan waktu berbulan-bulan bagi keponakanku untuk bisa beradaptasi dengan pelajaran di sekolah barunya di Jawa. Itu pun dengan perjuangan keras belajar terus menerus dengan bimbingan guru privat untuk mengejar ketertinggalan dari rekan-rekan di Jawa. Memang harus kita akui kalau tingkat pendidikan di Indonesia ini tidak merata, itu semua dikarenakan SDM dan fasilitas yang berbeda.&lt;br /&gt;       Masalah lain yang gak kalah bikin pusing adalah masalah barang-barang kita. Untuk level jabatan yang sudah cukup tinggi memang tidak terlalu masalah karena disediakan fasilitas rumah dinas dengan isinya. tapi bagi level kebanyakan fasilitas itu tidak ada. Apa boleh buat harus memilih barang-barang di packing dan dikirim ketempat baru dengan biaya yang tidak sedikit. Karena menyewa container atau dikirm dengan truk apalagi harus masuk kapal dibutuhkan biaya berjut-jut...&lt;br /&gt;Atau memilih menjual barang-barang dan membeli kembali di tempat baru..., tapi biasanya untuk barang yang sudah dipakai biasanya dijual murah dan untuk barang-barang yang tidak layak jual paling dibagi-bagi ke anggota dan tetangga... Bagaimanapun juga kita harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli barang-barang baru di tempat yang baru nantinya...&lt;br /&gt;        Hal berikutnya yang selalu kita pertanyakan bila pindah tugas adalah, " ada rumah dinas gak ya..? " Idealnya dimanapun kita bertugas rumah dinas sudah disediakan tapi kenyataannya tidak seperti itu, beberapa teman bercerita mereka harus mengganti biaya kepemilikan rumah dinas dengan dana yang tidak sedikit, ada yg dapat rumah dinas tapi kondisinya sudah sangat rusak sehingga harus merogoh kocek dalam-dalam untuk memperbaikinya. Bahkan ada yang tidak ada rumah dinas sama sekali sehingga harus mengontrak atau membeli bagi yang banyak duit. Tapi ada pilihan yang kadang bikin miris  suami  terpaksa memilih tinggal di kantor dan si istri dan anak-anak tinggal di rumah orang tua di kota lain, itu pula yang terjadi pada beberapa teman-temanku. Suami tinggal di kantornya di Jkt dan istri serta anak-anak tinggal di Semarang. Semua kerepotan ini tidak sebanding dengan UPD ( Uang Perjalanan Dinas ) yang di peroleh. UPD diterima beberapa bulan kemudian bahkan ada yg lebih dari 1 th kemudian, entah mengapa begitu lama baru turun. Itupun jumlahnya sangat kecil kadang-kadang hanya setengah bahkan kurang dari setengah biaya yang telah kita keluarkan. Sekali lagi aku tidak mengerti mengapa begitu kecil UPD yang diterima... apa memang kecil atau ada yang sengaja memotong aku juga gak tahu.., kalau ya..kok ya tega amat sih motong hak orang lain ? Pesanku untuk rekan-rekan yang suaminya belum pernah pindah tugas atau saat ini sedang mengikuti atau mempersiapkan mengikuti pendidikan apakah itu secapa, selapa, seskoad siapkan kantong setebal mungkin, rajin-rajin menabung bersyukurlah yang lahir di keluarga berekonomi kuat sehingga mampu membantu menopang perekonomian kita saat harus keluar biaya lebih saat pendidikan atau pindahan.&lt;br /&gt;      Issue tentang remunerasi untuk anggota TNI beberapa waktu lalu yang sempat mencuat sebenarnya sudah sangat layak untuk diterimakan. Entah mengapa sampai sekarang issue itu hilang bak ditelan bumi apa hanya dihembuskan saat menjelang Pemilu saja ? Gak tahu ah....&lt;br /&gt;Untuk rekan-rekan di Komisi I DPR RI please..help me !! Perjuangkan nasib kami jangan mikir diri sendiri...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/556999469286755204-2263663824138131338?l=persitkusayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://persitkusayang.blogspot.com/feeds/2263663824138131338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2010/09/repotnya-pindah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/2263663824138131338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/2263663824138131338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2010/09/repotnya-pindah.html' title='N O M A D E N'/><author><name>Persitku sayang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228219354310702975</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-556999469286755204.post-4655477230272683793</id><published>2010-03-23T19:51:00.000-07:00</published><updated>2010-04-25T20:11:19.729-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MARI BELAJAR BICARA'/><title type='text'>MARI BELAJAR BICARA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          Belajar bicara yang dimaksud disini bukan belajar bicaranya seorang anak umur 2 th yang baru mengenal kata-kata, tapi yang dimaksud dengan belajar bicara adalah berbicara di depan umum. Aku terinspirasi untuk menulis hal ini karena ada pesan yang masuk ke FB ku, seseorang menulis bahwa dia pernah melihatku menjadi MC di sebuah acara, dia seorang anggota persit baru dan ingin belajar menjadi MC yang baik. Seperti janjiku aku akan berbagi bagaimana menjadi MC bahkan lebih dari itu tapi bagaimana berbicara  dan tampil di depan umum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;               Kalo melihat aku sekarang tampil ke depan untuk berbicara, jangan di bayangkan 13 th yll. Saat berpacaran dengan anggota TNI gak kebayang kalo aku harus sering tampil untuk berbicara di depan umum. Makanya waktu habis menikah, dan datang di acara persit untuk pertama kalinya gak nyangka langsung di panggil ke depan untuk perkenalan. Sempat kelabakan karena gak siap, sebelumnya juga gak ada yang kasih tahu kalo bakalan di suruh tampil ke depan untuk memperkenalkan diri. Selama ini ngomong di depan 10 orang aja keringat dingin, apalagi harus ngomong di depan sekian banyak orang. Aduh....nervous abis deh....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meskipun waktu itu aku tercatat sebagai karyawati Bank Swasta dan Alumni sebuah perguruan tinggi tertua di Indonesia tapi tidak jaminan aku akan cas cis cus di depan orang banyak dengan lancar.  Tapi sekarang, hal tersebut sudah bukan masalah lagi tapi semua itu butuh proses dan kemauan untuk belajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                 Pada dasarnya aku seorang yang sangat pemalu dan jarang tampil ke depan umum. Semua berawal ketika mulai menjadi anggota Persit, di tulisan sebelumnya aku sudah bercerita bagaimana bakat menariku tergali saat menjadi Persit. Ketika pertama kali harus menari di depan Tamu ( Kalo tidak salah di Akmil ada kunjungan Tentara Malaysia) aku harus tampil bersama 5 orang temanku sebagai Penari pembuka, bener2 nervous... yang keringat dingin, gemetaran, sakit perut tapi.... perasaan itu hilang seketika waktu musik berbunyi dan kami mulai bergerak menari dan harus pasang wajah senyum ceria, karena kalo menari tapi wajah kita cemberut pasti tidak enak di lihat. Mata pun juga harus berbicara tidak boleh pandangan kosong karena kalo pandangan kita kosong kesannya kita tidak menari dengan hati. Sejak itu perintah untuk menari di berbagai kesempatan sering berdatangan dari acara HUT Persit hingga Acara Lepas Sambut Gubernur Akmil, juga berbagai macam lomba menari di dalam maupun luar kota, sering aku lakukan. Tapi seiring semakin bertambah jam terbang untuk tampil di depan umum, perasaan nervous itu sudah mulai berkurang. Aku punya cara tersendiri untuk menghilangkan nervous, yang pertama adalah pemanasan dengan menggerak-gerakkan badan jadi tidak hanya duduk atau berdiri menunggu waktu. Yang ke2 aku harus memastikan suamiku ada dan memberikan spirit...hahaha...yang ke2 ini agak aneh ya ? Karena ada temanku yang gak mau di tonton suaminya kalo tampil karena takut  konsentrasinya buyar, tapi aku malah kebalikannya aku justru lebih percaya diri bila suamiku menungguiku menari. Dia juga komentator yang hebat, aku selalu minta pendapat tentang penampilanku. Maka demi bagusnya penampilanku, suamiku pasti bela-belain berdiri di pintu keluar panggung kalo nggak bisa dia pasti berusaha berada di tempat yang memungkinkan aku melihatnya waktu menari. Dan cara itu memang cukup jitu bagiku untuk tampil sebaik mungkin. Dan yang ketiga sudah pasti berdoa dan ambil nafas panjang terus dikeluarkan lewat mulut beberapa kali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                Kalo menari di depan umum sudah bukan masalah bagiku tapi bagaimana kalo berbicara ? Kesempatan itu datang secara tidak di sengaja, dalam suatu acara pertemuan Cabang, petugas yang seharusnya membaca doa berhalangan datang padahal acara sebentar lagi dimulai, maka tugas itu ditawarkan kepadaku tanpa latihan aku terima tawaran itu, sebelumnya aku cuma baca sekali..tapi hasilnya banyak orang memuji bahkan katanya aku lebih bagus dari petugas yang sebenarnya. Akibatnya aku jadi langganan membaca doa.  Setelah beberapa kali menjadi pembaca doa , aku ditunjuk menjadi MC dalam acara Cabang kebetulan waktu itu Rantingku bertindak sebagai tuan rumah.  Di akhir acara ibu Ketua cabang ( Waktu itu di jabat oleh Ibu Yulia Wibowo)  beliau berkenan menyalamiku dan memuji suaraku bagus di depan para pengurus lain. Sejak itu aku selalu ditunjuk untuk menjadi MC baik cara pertemuan cabang, Sertijab, hingga pertemuan PCBS. Di samping itu aku juga mulai belajar untuk berani berbicara, caranya dengan....setiap ada kesempatan untuk bertanya misalnya di acara penyuluhan, pendidikan anggota dll aku selalu bertanya, kadang-kadang pertanyaan aku persiapkan dulu kalo aku sudah tahu topiknya ,tapi kalo belum aku berusaha mendengarkan dan bertanya hal-hal yang kurang jelas. Selain itu aku juga memberanikan diri untuk mulai mengisi pendidikan anggota dengan memberikan Penyuluhan Hukum sesuai disiplin ilmu yang aku miliki. Penyuluhan Hukum pertama yang aku sampaikan ke anggota adalah tentang KDRT (Kekerasan dalam Rumah tangga) tanggapan cukup positif terbukti banyak anggota yang bertanya kepadaku artinya mereka tertarik dengan apa yang ku sampaikan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                Seiring dengan berjalannya waktu dimana jabatan suami mengalami peningkatan sebagai Kepala atau Komandan, otomatis istri akan menjabat sebagai ketua Persit apakah itu ketua Persit Anak Ranting, Ranting ataupun Cabang. Maka sebagai ketua kita dituntut untuk sering tampil di depan anggota untuk memberikan pengarahan. Alhamdullilah, ketika jabatan itu harus aku emban tidak ada halangan yang berarti. Selama ini aku selalu mengamati ibu2 yang pernah menjadi ibu Ketua berbicara dan memberikan pengarahan. Dari sekian banyak orang yang aku amati, aku paling terkesan dan kagum dengan Ibu Yulia Wibowo, cara berbicara beliau sangat menarik meskipun berjam-jam berbicara tidak pernah kami bosan mendengarnya, dan yang lebih dari itu apa yang beliau sampaikan pasti sesuatu yang bermanfaat. Beruntung sekali aku kembali bertemu beliau di Makassar, waktu itu beliau menjabat sebagai wakil Ketua  Persit PD VII/Wirabuana karena Bapak Wibowo menjabat Kasdam VII/Wrb. Dan di suatu kesempatan beliau mengadakan Pelatihan MC selama 3 hari, dan aku yang ditunjuk oleh Paldam untuk mengikutinya. Banyak ilmu yang aku dapatkan dari beliau dan itu sangat bermanfaat buatku. Beliau sendiri pernah mengikuti pelatihan MC dari KOes Hendratmo, pantas...ibu hebat sekali tidak ada duanya.....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                Pesanku untuk adik2ku jangan pernah menolak setiap kesempatan yang di berikan untuk kita, karena semakin  banyak jam terbang kita akan menambah kemampuan dan ketrampilan kita. Karena untuk tampil di depan umum kita butuh proses untuk menjadi baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang Harus Kita Siapkan sebelum berbicara di depan umum :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; 1. Berpakaian yang Rapi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;     Kalo pakaian kita rapi kita akan lebih percaya diri, jika pakaian yang kita kenakan tidak nyaman apakah itu warnanya sudah pudar, kekecilan, kedodoran atau kusut pasti kita tidak percaya diri sehingga tampilan kita  tidak akan maksimal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Siapkan Catatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;         Sebelum tampil   siapkan catatan cukup poin2 saja, kita boleh menulis semua apa yang harus kita sampaikan, tapi setelah kita pelajari kita ringkas kembali menjadi poin-poin yang penting saja. Karena kalo pandangan kita terus menerus ke catatan akan sangat tidak enak untuk dilihat, sekali-kali kita harus melihat ke arah hadirin. Terutama saat kita mengucap Yth.., Ykh..., pandangan kita arahkan pada ybs.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Selalu mengatur nafas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terutama kalo kita membaca doa dan MC , gunakan nafas perut, intonasi diatur, jangan menggunakan dialek kedaerahan. Dengan banyak latihan kita dapat pelajari kapan kita harus ambil nafas, jangan sampai nafas kita terengah2 atau kehabisan nafas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Siapkan materi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal memberikan  pendidikan anggota atau pengarahan kepada anggota, tentukan tema dan materi apa yang akan kita sampaikan, sehingga anggota memperoleh ilmu yang bermanfaat. Ini dapat kita lakukan dengan browsing di internet, atau dari buku2 bacaan atau majalah. Intinya wawasan kita harus luas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Gunakan bahasa yang mudah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anggota kita berlatar belakang pendidikan yang berbeda2, untuk itu gunakan bahasa yang mudah dimengerti, jangan menggunakan bahasa kampus yang sulit di mengerti orang umum. Pilih bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti. Untuk MC pilih kata2 yang sopan dan jangan menyinggung perasaan. Contoh : Bagi ibu2 yang menggunakan alat komunikasi genggam, kami mohon dengan hormat untuk tidak mengaktifkannya selama upacara berlangsung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jelas ini berbeda dengan : Bagi ibu2 yang membawa Hp harap dimatikan selama upacara berlangsung. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meskipun maksudnya sama, tapi nilai rasanya berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Berkoordinasi dengan panitia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini terutama saat kita menjadi MC, sebelum mulai kita harus melaksanakan uji coba mic kalo belum terasa pas minta tolong panitia untuk menyetelnya. Karena kalo tidak pas pasti akan berpengaruh pada penampilan kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Jangan terlalu sering mengulang-ulang kata/cerita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adakalanya kita menemui ketua yang kesannya pintar sekali bicara, dia bicara terus menerus tanpa henti tapi yang disampaikan itu2 saja hal sama yang diulang-ulang akibatnya anggota bosan mendengarnya. Kalo perlu selingi dengan canda tawa biar tidak membosankan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Ekspresi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika kita harus tampil  di depan umum  sebagai apapun, kita harus tersenyum meskipun kita sedang banyak masalah tapi kita tidak boleh pasang muka jutek.  Hindari marah-marah pada satu anggota saat kita memberikan pengarahan. karena ini akan mempermalukan anggota dan menunjukan kalo kita tidak bisa menahan emosi dan ini adalah contoh buruk untuk anggota.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. Menjaga Sikap&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sikap tubuh kita juga harus dijaga, apakah berdiri tegak atau duduk tetap harus diatur tapi jangan kaku. Jangan melakukan hal-hal kecil yang mengganggu misalnya : mempermainkan bolpoint dipencet-pencet.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita boleh menggunakan bolpoint  atau kertas sebagai pegangan untuk menghilangkan nervous tapi jangan mempermainkannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10. Sering-seringlah berlatih di depan kaca&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan sering berlatih kita akan tahu dimana letak kekurangan kita, apakah cara bicara kita, sikap kita ataukah wawasan kita yang masih terbatas. Karena pada intinya berbicara di depan umum adalah menyampaikan sesuatu dari kita untuk dimengerti olah hadirin. Apa yang kita sampaikan akan mudah dipahami, dimengerti dan mengenai sasaran jika kita menyampaikannya dengan bahasa yang sopan, dan bahasa yang mudah dimengerti oleh hadirin, didukung dengan ekspresi bersahabat penuh senyum dan sikap tubuh yang tepat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11. Jangan lupa untuk berdoa &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum tampil jangan lupa untuk selalu berdoa, dan ambil nafas panjang kemudian dikeluarkan lewat mulut lakukan berkali-kali sampai terasa ringan. Cara ini cukup ampuh untuk mengurangi demam panggung. Kalo perlu minum air putih dulu sebelum tampil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Point2 penting yang harus diperhatikan saat memberikan sambutan perkenalan diri:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Cari tahu siapa yang di tuakan dalam acara tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini penting karena untuk mengucapkan : Yth...... ( hy 1 orang), selanjutnya dengan Ykh...... &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai Contoh : Yth. Ketua Persit KCK Cabang IV Slogdam PD VII/Wrb&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                               Ykh.Wakil Ketua Persit KCK Cabang IV Slogdam PD VII/Wrb&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                               Ykh. Para ketua Persit KCK Ranting 1 s/d 4  Cabang IV PD VII/Wrb&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                               Para pengurus, anggota yang kami hormati pula&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.  Mohon ijin untuk memperkenalkan diri : nama kecil, nama suami dan pangkat, jabatan suami, alamat rumah, jumlah anak, dan satu hal yang sering ditanyakan adalah hobi...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Mohon Bimbingan, petunjuk, arahan kepada Ibu Ketua dalam berorganisasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Memohon maaf apabila ada kata2 yang kurang berkenan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Penutup&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ok...ini baru sebagian kecil yang harus dipersiapkan, masih banyak yang belum tergantung situasi dan kondisi. Mudah-mudahan bermanfaat...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/556999469286755204-4655477230272683793?l=persitkusayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://persitkusayang.blogspot.com/feeds/4655477230272683793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2010/03/mari-belajar-bicara.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/4655477230272683793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/4655477230272683793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2010/03/mari-belajar-bicara.html' title='MARI BELAJAR BICARA'/><author><name>Persitku sayang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228219354310702975</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-556999469286755204.post-8595708986145111976</id><published>2010-01-12T15:17:00.000-08:00</published><updated>2010-04-25T20:12:00.148-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ORANG KE 2'/><title type='text'>Orang Ke 2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang ke 2 adalah adalah istilah yang sering digunakan untuk menyebut wakil ketua, wakil pimpinan atau wakil komandan. Sebagian orang menghindari jabatan ini, jabatan wakil ketua yang berkesan jabatan bayang-bayang ketua memang tidak mudah . Aku terinspirasi menulis tentang orang ke 2 ini, setelah aku melihat di lingkunganku banyak sekali ketidak harmonisan antara orang pertama alias ketua dengan orang ke 2 atau wakil. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam perjalanan karier seorang anggota TNI adakalanya dia harus melewati jabatan waka atau wadan, dan otomatis sang istri pun menjadi Wakil ketua Persit.  Yang mau tidak mau-mau kita harus menerima jabatan tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perselisihan antara orang pertama dan orang ke 2 tidak hanya terjadi di militer, tapi di masyarakat sipil pun kita sering menyaksikannya. Sebagai contoh , pada akhir masa jabatan presiden SBY dan Wakil presiden JK kita menangkap ketidak harmonisan ke2nya berdasarkan statment yang mereka keluarkan, juga di Sulsel hubungan antara Gubernur Amin syam dan Wakilnya Syahrul yasin Limpo sudah bukan rahasia lagi ketidak harmonisan keduanya bahkan berlanjut di persaingan Pilkada yang akhirnya di menangkan oleh SYL. Tidak hanya ditingkat Nasional tapi ditingkat regional hal demikian sering terjadi. Dan jika terjadi perseilisihan antara ketua dan wakil, yang jadi korban pasti anggota atau rakyat. Karena anggota bingung akan berpihak kemana, bahkan terkadang anggota terpecah menjadi 2, sebagian berpihak pada orang pertama dan sebagian berpihak pada orang ke 2. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku pernah merasakan menjadi orang ke 2 ataupun orang pertama yang mempunyai orang ke 2. Perselisihan akan timbul kuncinya ada di orang ke 2 yah...60 % lah, dari pihak ketua cukup 40 %. Aku akan berbagi bagaimana menghindari perselisihan antara orang  pertama dan orang ke 2, tapi sebelumnya aku akan mengulas sebab-sebab terjadinya perselisihan yang kadang-kadang menjalar menjadi perang dingin antara orang pertama dan orang ke 2. Penyebab utama biasanya karena orang ke 2 kurang memahami perannya. Dia tidak memahami bahwa posisinya hanyalah sebagai pemimpin cadangan. Seorang wakil hanya akan bertindak apabila ketua tidak berada di tempat, selama ada ketua maka ketualah yang berhak mengambil keputusan dan kebijaksanaan. Tapi yang sering terjadi wakil ketua bersikap berlebihan sehingga seolah-olah dalam suatu lembaga atau organisasi ada dua matahari yang bersinar.  Seorang wakil ketua tetap harus memohon petunjuk pada ketua dalam mengambil keputusan dan kebijaksanaan, kecuali dalam suatu kondisi dimana ketua tidak ditempat dan dalam kondisi darurat wakil ketua wajib mengambil keputusan yang tepat tapi tetap harus selalu memberikan laporan pada ketua.  Seringkali perselisihan dapat juga terjadi apabila orang ke 2 tidak mau membantu tugas orang pertama, ini biasanya karena kecemburuan sosial, dalam hal tanggung jawab orang pertama dan orang ke 2 hampir sama besar tapi dalam hal pembagian rejeki sangat jauh selisihnya.  Tapi adakalanya orang pertama tidak mau menghargai sama sekali dengan orang ke 2 nya, tidak mau berbagi rejeki, tapi soal pekerjaan banyak dibebankan pada orang ke 2. Seorang ketua yang arogan akan menyusahkan wakil dan anggotanya, apalagi kalo wakil di dukung anggota.  Dalam hal demikian seorang wakil tetap harus bisa menjadi jembatan penghubung antara ketua dan anggota jangan malah menjadi provokator dari anggota, menjadi orang ke 2 memang harus banyak sabar dan mengalah, jangan bertindak melampaui ketua, jangan menempatkan posisi sejajar dengan ketua, tapi selangkah di belakang ketua. Tetap belajar menjadi orang pertama tanpa harus bersikap melampaui wewenang. Karena percayalah suatu saat kita akan sampai ke posisi orang pertama hanya kita harus sabar ada masa-masa yang memang harus kita lalui terlebih dahulu....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/556999469286755204-8595708986145111976?l=persitkusayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://persitkusayang.blogspot.com/feeds/8595708986145111976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2010/01/orang-ke-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/8595708986145111976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/8595708986145111976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2010/01/orang-ke-2.html' title='Orang Ke 2'/><author><name>Persitku sayang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228219354310702975</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-556999469286755204.post-2943292291539595486</id><published>2010-01-08T15:13:00.001-08:00</published><updated>2010-04-25T20:12:42.038-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IN MEMORIAM BU TIAR'/><title type='text'>In Memoriam Bu Tiar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;           Nama suaminya pak Bahtiar, makanya dia dipanggil Bu Tiar. Sosoknya nggak ada yang istimewa, biasa saja sama seperti ibu-ibu yang lain. Berperawakan sedang, berkulit putih, gerakannya lincah dan gesit , dia tidak pernah marah selalu tersenyum dan tertawa. Di mataku bu Tiar sangat istimewa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                 Akan aku ceritakan awal perkenalanku dengan Bu Tiar. Waktu itu di tahun akhir tahun 2006, aku baru saja melaksanakan Sertijab langsung mendapat tugas untuk menjamu tamu bintang satu dari Jakarta. Sebagai pejabat baru, bingung dan panik pastilah ini tugas pertamaku yang pasti akan jadi sorotan, kredibilitasku di mata atasan dipertaruhkan disini. Langkah pertama yang aku ambil adalah mengumpulkan seluruh istri perwira dan merencanakan untuk membuat suatu tim kecil. Dari rapat kecil itu tercetuslah nama Bu Tiar, semua merekomendasikan nama Bu Tiar. Waktu itu aku tidak tahu pasti siapa dia, yang aku tahu bu Tiar adalah salah satu anggotaku.  Tanpa banyak tanya aku Acc Bu Tiar dilibatkan dalam Tim kecil kami walaupun dia bukan istri perwira. Dan ternyata malam itu acara berjalan lancar dan sukses, tidak ada teguran tapi pujian. Dan semua tidak lepas dari peran Bu Tiar, dia bergerak sangat lincah dan gesit, tanpa banyak instruksi yang aku berikan Bu Tiar sudah tahu apa yang harus dia kerjakan. Dia bekerja dengan sangat cepat dan rapi, pantas semua orang merekomendasikan dia. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                Hari-hari berikutnya aku mulai mengenal Bu Tiar, dia istri seorang tamtama berpangkat Kopral dengan 4 orang anak. Bu Tiar belum genap 40 th tp dia menjadi anggota persit dalam usia yang masih sangat muda 16 th..!! Artinya dia sudah lebih 20 th bergabung di Persit. Sejak perkenalanku dengan Bu Tiar, hampir dipastikan Bu Tiar selalu aku libatkan dengan berbagai kegiatan Persit. Aku kagum dengan cara kerjanya, dia tidak akan berhenti bekerja sebelum semua pekerjaan selesai secara tuntas. Kebetulan kami tinggal di daerah terpencil, tapi justru itu kami sering mendapat kunjungan tamu dari pusat. Alhamdullilah semua itu dapat aku lewati dengan baik. Bu Tiar adalah salah satu andalanku, saat kami semua sudah kelelahan, Bu Tiar tetap bersemangat menyelesaikan semua tugas dia tidak akan berhenti sebelum semua beres. Dia bahkan tidak lupa untuk memikirkan hal-hal yang kadang tidak sempat aku pikirkan. Seperti halnya, disaat aku sibuk kadang aku lupa dengan diriku sendiri dan keluargaku. Tapi Bu Tiar tidak, dia selalu menyempatkan untuk memikirkan aku, anakku dan suamiku. Bukan itu saja dia juga selalu peduli dengan teman-teman yang lain tanpa memikirkan dirinya sendiri. Ternyata semua orang di asrama kami sangat tergantung dengan Bu Tiar, tidak peduli apa pangkat suaminya. Setiap ada acara dirumah anggota , mereka selalu melibatkan Bu Tiar, dari mulai belanja, memasak, penyajian, hantaran bahkan sampai apa yang harus dibagikan bagi orang-orang yang membantu, tidak luput dari perhatian Bu Tiar. Itulah keiistimewaan Bu Tiar, dia selalu siap membantu siapa pun apakah itu atasan, teman-teman, bawahan, saudara bahkan masyarakat sekitar yang bukan siapa-siapa. Begitu tulus, ikhlas, dan tanpa pamrih. Bu Tiar tidak pernah mengeluh, selalu tersenyum, tertawa dan tidak banyak bicara.  Sebenarnya tidak hanya di lapangan saja, di organisasipun tugas persit yang aku berikan ke Bu Tiar selalu dia kerjakan dengan cepat dan tuntas. Bagiku bu Tiar adalah ibu Persit teladan,walaupun dia tidak pernah menjadi ketua maupun ketua seksi, karena pangkat suaminya. Tapi dia sangat memahami setiap tugas di dalam Persit. Dia juga tidak pernah melupakan keluarganya, anak-anaknya terpelihara dengan baik, rumahnya selalu bersih dan rapi, bahkan aku pernah memberikan penghargaan pada rumahnya sebagai rumah terbersih dan rapi ( setiap bulan aku memberikan hadiah bagi rumah yang terbersih dan rapi, tujuannya agar anggota terpacu untuk membersihkan rumah ) Disaat tidak banyak kegiatan Bu Tiar membuat kue untuk dijual di asrama, dan aku angkat jempol untuk kreatifitasnya ini bahkan aku dorong terus dia untuk berwirausaha. Kopral Bahtiar adalah orang paling beruntung karena mempunyai istri seperti dia. Semua pekerjaan rumah tangga dia selesaikan tanpa melibatkan suami, pak Tiar tinggal terima beres. Bagiku itu luar biasa.... &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                  Tidak itu saja, karena seringnya bu Tiar mendampingi aku dalam berbagai kegiatan di Makassar. Ibu Kapaldam sangat terkesan sehingga Bu Tiar pun  sering mendapat hadiah dari beliau karena melihat cara kerjanya yang cepat, tepat dan tidak banyak bicara .  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                    Setelah aku beralih tugas dan tidak lagi tinggal di Sambueja Bantimurung Maros, setiap ada kegiatan gabungan di Makassar aku masih sering bertemu dengan Bu Tiar. Masih tetap sama dia masih penuh perhatian pada keluargaku. Dia sering mengirim makanan kesukaan anakku Tegar, menanyakan kabar keluarga. Tapi setahun lalu tepatnya tahun di awal tahun 2009 aku dapat kabar tidak enak, Bu Tiar di vonis sakit kanker mulut rahim stadium 2 dan harus dikemoterapi. Aku bergegas ke rumah sakit dengan sedih, tapi ketika aku bertemu dengan Bu Tiar tak sedikitpun raut sedih diwajahnya, harusnya hari itu aku yang menghiburnya tapi justru dia yang menghiburku dengan segala ketegaran di hatinya. Luar biasa.....!!!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak kemoterapi yang pertama itu aku mulai jarang bertemu dengan Bu Tiar, dia lebih sering di Jeneponto tinggal dengan keluarga besarnya. Meskipun beberapa kali aku masih sempat bertemu dengannya, memang badannya semakin kurus tapi tetap tersenyum dan ceria. Tapi di bulan desember 2009 Bu Tiar masuk RS lagi, ketika aku menjenguknya dia tetap tersenyum meskipun seluruh tubuhnya membengkak karena sel-sel kanker sudah mengerogoti ginjalnya. Dan malam itu aku ngobrol banyak dengan Bu Tiar agar dia tetap semangat seperti biasanya dan tak lupa untuk selalu berdoa. Tapi hari itu menjadi hari terakhirku mengobrol dengan Bu Tiar, karena 2 hari kemudian Bu Tiar koma dan tidak pernah sadar selama 12 hari. Bahkan ketika aku kembali menjenguknya, mengajaknya bicara, menangis di sampingnya Bu Tiar tetap tidak bergerak hanya matanya sempat bergerak-gerak ketika aku bicara. Akhirnya saat itu pun tiba Bu Tiar dipanggil menghadap Nya, tepat disaat negeri ini berkabung kehilangan tokoh besarnya Gus Dur. Disaat negeri ini mengibarkan bendera setengah tiang, akupun mengibarkan bendera setengah tiang di hatiku. Bu Tiar sudah pergi meninggalkan kami semua, dia adalah guruku dalam kehidupan ini. Dari Bu Tiar aku belajar banyak tentang ketulusan, kesetiakawanan dan keikhlasan.  Bu Tiar memang bukan siapa-siapa , dia bukan tokoh besar seperti Gus dur tapi walaupun  kini Bu Tiar telah pergi , semangatnya masih  tetap hidup di hati orang-orang yang pernah mengenalnya.   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selamat  jalan Bu Tiar... aku yakin  saat ini engkau berada di tempat yang istimewa di sisiNya sesuai dengan amal perbuatanmu..... ( Medio akhir tahun 2009)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/556999469286755204-2943292291539595486?l=persitkusayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://persitkusayang.blogspot.com/feeds/2943292291539595486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2010/01/in-memoriam-bu-tiar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/2943292291539595486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/2943292291539595486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2010/01/in-memoriam-bu-tiar.html' title='In Memoriam Bu Tiar'/><author><name>Persitku sayang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228219354310702975</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-556999469286755204.post-3145981206299168423</id><published>2010-01-01T23:52:00.000-08:00</published><updated>2010-04-25T20:13:22.737-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MENJADI KETUA BERJIWA PEMIMPIN'/><title type='text'>Menjadi Ketua Berjiwa Pemimpin</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 13px; color: rgb(204, 204, 204); line-height: 20px; "&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Beberapa waktu lalu mantan anggotaku di kesatuan lama, menelponku intinya dia curhat tentang masalahnya dengan ibu Ketuanya, yang dalam hal ini adalah penggantiku. Masalah berawal dari kesalahpahaman. Si Ibu Ketua mendapat laporan dari anaknya bahwa si anggota meludah di hadapannya, padahal si anggota sedang sakit dia bermasalah dengan pencernaannya dan tanpa sengaja meludah di hadapan anak si ibu Ketua. Akibatnya Ibu dan anak ini mendamprat habis-habisan keluarga anggota tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Sebenarnya ini bukan yang pertama mantan anggotaku curhat bermasalah dengan ibu Ketua tersebut, jujur sudah ada 4 orang sebelumnya yang mengalami kesalahpahaman dengannya. Masalah yang dihadapi bukan masalah yang besar, hanya masalah kecil yang dibesar-besarkan. Setiap memperoleh laporan dari mantan anggota, aku sangat hati-hati dalam menanggapinya karena aku sudah orang luar bagi mereka, aku tidak bisa ikut campur tangan dalam masalah mereka. Selama ini aku hanya memberikan dukungan moral, mengajak mereka bersabar dan yang pasti menjadi pendengar yang baik buat mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Sangat bisa dipahami mengapa mantan anggotaku masih sering curhat ke aku, karena secara emosional aku dekat dengan mereka meskipun suamiku sudah tidak bertugas di kesatuan itu lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Dimanapun suamiku bertugas aku memang selalu berusaha membangun hubungan kekeluargaan dengan anggota. Kesatuan tempat kami bertugas bagiku adalah sebuah Keluarga Besar, dimana satu sama lain harus saling menjaga persaudaraan. Suamiku selalu mengajarkan bahwa menjadi Ketua itu gampang siapa saja yang ditunjuk bisa menjadi ketua, tapi menjadi Pemimpin, tidak setiap orang bisa menjadi pemimpin. Karena Pemimpin artinya dia adalah orang terdepan yang bertanggung jawab terhadap orang yang dipimpinnya, harus membawa anggota pada kebaikan, bisa menjadi contoh dan suri tauladan. Setiap menjadi ketua, aku tidak ingin menjadi ketua yang ditakuti tapi aku lebih suka menjadi ketua yang dirindukan. Dalam mengajak anggota untuk berorganisasi aku tidak suka dengan cara keras dan paksaan, tapi aku lebih suka mengajak mereka dengan "daya tarik" , mungkin sebagian orang menggangap aku lemah di depan anggota. Tapi itulah yang aku pelajari dari Cara Rasulullah dan para sahabat berdakwah. Aku membuat anggota merasa nyaman dan terkesan kepada ku, tanpa paksaan sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Dalam menghadapi pengurus aku tidak main pukul rata, setiap pengurus aku pelajari satu persatu karakter mereka. Setelah tahu persis karakter mereka baru aku menentukan sikap bagaimana mendekati dan berbicara dengan mereka. Sebagai contoh, si Ibu A mempunya sifat serius tidak suka bercanda, sensitif, dan mudah tersinggung , aku memperlakukan dengan sangat hati-hati kata-kata yang ku pilih sebisa mungkin jangan sampai menyinggung perasaannya karena kalau sampai dia tersinggung dan antipati kepadaku akan sangat susah mengarahkannya. Lain lagi dengan Ibu B dia hobi banget ngobrol, kalau ngomong selalu hal-hal yang tinggi, aku mencoba menjadi pendengar yang baik dan mencoba memancing imajinasinya hasilnya ternyata dia sebenarnya orang yang sangat kreatif dan itu tentu sangat bermanfaat bagi organisasi. Bagaimana cara mempelajari karakter mereka adalah dengan kita sering ngobrol satu persatu dengan mereka, mendengarkan mereka dengan mata dan hati, menjadikan setiap anggota itu istimewa, sehingga mereka percaya kepada kita, merasa nyaman, tidak ada ketakutan dan akhirnya mereka pun menjadikan kita juga istimewa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Kalau sudah begitu kegiatan organisasi akan berjalan mulus permasalahan dapat ditekan seminimal mungkin. Karena dalam organisasi sangat manusiawi bila terjadi gesekan dan masalah. Tapi bagaimana kita menjadikan masalah besar menjadi kecil, tanpa mengecilkan masalah itu sendiri. Tentu saja itu memang membutuhkan skill, tapi skill yang bisa kita pelajari. Untuk mempelajari hal tersebut dibutuhkan tekad yang kuat bahwa setiap Jabatan adalah amanah yang nanti akan diminta pertanggungjawabannya di Akherat , kita juga harus menjadi contoh yang baik buat anggota baik dalam organisasi maupun kehidupan sehari-hari. Tekadku berjihad dengan menegakkan amar makruf nahi munkar adalah target dan tujuan. Semua itu memang membutuhkan waktu yang agak panjang, berlahan tapi pasti setiap keputusan dan tindakan akan mengarah kesana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Minimal hasilnya anggota datang ke pertemuan dengan gembira tanpa merasa terpaksa sama sekali. Aku berjanji setiap anggota datang ke pertemuan tidak pulang dengan sia-sia minimal mereka pulang dengan membawa ilmu baru. Setiap pengurus bergiliran memberikan pendidikan anggota, meskipun kadang bahan dan ide aku yang berikan, kadang-kadang aku sendiri yang memberikan pendidikan anggota kepada mereka, tentu saja dengan sebelumnya aku mencari bahan lewat majalah dan internet. Suasana pertemuan selalu heboh dan menggembirakan. Hubungan antara ketua dengan pengurus, pengurus dengan pengurus ataupun pengurus dengan anggota dan antar anggota berjalan penuh persaudaraan dan kekeluargaan. Setiap masalah terselesaikan dengan sangat manis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Anggota atau pengurus berbuat salah adalah manusiawi toh mereka bukan malaikat yang selalu benar, mereka manusia biasa yang mempunyai kekurangan. Cara menegur mereka pun aku buat sesantai mungkin tanpa bentakan tanpa kata-kata menusuk perasaan, kadang dengan bercanda yang tidak menyinggung perasaan. Dan yang paling utama aku menyadari bahwa dalam suatu organisasi tidak ada yang sempurna, kekurangan adalah milik manusia dan kesempurnaan hanya milik Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Hubungan keluargaku pun menjadi contoh utama bagi anggota, perselisihan suami istri kami olah menjadi ajang diskusi bukan pertengkaran. Caraku mendidik anak juga akan menjadi panutan bagi anggota. Alhamdullilah anak tunggalku mempunyai prestasi yang membanggakan. Pada intinya kami sekeluarga bahu membahu menjadi contoh terbaik bagi anggota, jadi tidak hanya kata-kata tapi juga dalam praktek kehidupan sehari-hari kami berusaha melakukan yang terbaik meskipun mungkin kami bukan yang terbaik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;Mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi perenungan bagi yang saat ini duduk menjadi ketua atau yang belum menjadi ketua. Aku memang belum menjadi ketua dalam lingkup yang besar, tapi aku selalu mengamati setiap orang yang menjadi Ketua. Hal-hal yang baik dari mereka aku tiru dan hal-hal yang membuat anggota tidak nyaman terhadap sang ketua aku tinggalkan. Setiap Ketua memang punya wewenang tapi bukan untuk sewenang-wenang. Kadang kita menemui anggota yang ketika dipanggil ketuanya ketakutan dan bertanya-tanya sudah berbuat salah apa. Aku lebih suka memanggil anggota dan mereka datang dengan gembira tanpa rasa takut sekalipun. Toh ketua manusia biasa dan bukan monster . Dengan memposisikan diri kita di posisi mereka akan membuat kita memahami apa yang mereka rasakan. Jika kita memahami posisi mereka kita akan bisa mengolah rasa tidak puas terhadap anggota dengan sangat santun dan elegant.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/556999469286755204-3145981206299168423?l=persitkusayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://persitkusayang.blogspot.com/feeds/3145981206299168423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2010/01/menjadi-ketua-berjiwa-pemimpin.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/3145981206299168423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/3145981206299168423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2010/01/menjadi-ketua-berjiwa-pemimpin.html' title='Menjadi Ketua Berjiwa Pemimpin'/><author><name>Persitku sayang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228219354310702975</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-556999469286755204.post-3442202867633034026</id><published>2009-03-09T01:45:00.000-07:00</published><updated>2010-04-25T20:13:55.063-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HARAPAN DALAM PERSIT'/><title type='text'>Harapan dalam Persit</title><content type='html'> Sebuah pertanyaan dari seorang ibu Persit, memberikan inspirasi bagiku untuk menulis lagi .&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masalah klasik yang selalu terjadi di semua tingkat organisasi Persit. Dimanapun  kami bertugas aku menghadapi masalah ini. Adanya kesenjangan, diskriminasi, perbedaan status baik antara anggota dengan anggota, pengurus dengan anggota, pengurus dengan pengurus maupun pengurus dengan ketua, ketua dengan anggota. Di setiap level hal ini biasa terjadi. Yang menjadi pertanyaan mengapa hal ini bisa terjadi ? Penyebabnya kurangnya kematangan jiwa dalam berorganisasi. Karena merasa pangkat suami lebih tinggi, maka seorang ibu bersikap seenaknya pada ibu-ibu lain yang pangkat suaminya lebih rendah pangkatnya, atau karena merasa lebih berpendidikan seorang ibu merasa dia paling pintar di banding ibu-ibu yang lain.  Ada juga ibu-ibu yang walaupun masih muda tapi suaminya calon komandan sehingga tidak mau menghormati ibu-ibu lain yang lebih tua. Hal demikian menunjukkan si Ibu itu belum matang jiwanya, akibatkan menimbulkan permasalahan dalam organisasi. Sebenarnya benturan dalam organisasi biasa terjadi, karena bagaimana pun juga kita adalah manusia biasa yang berasal dari latar belakang keluarga, budaya, pendidikan yang berbeda. Tapi semua perbedaan pasti dapat di atasi dengan bijaksana, apabila kita menyadari bahwa kita semua bekerja dalam suatu wadah organisasi Persit yang sama-sama kita cintai. Dalam kehidupan berorganisasi kita harus mampu saling menjaga diri dan menjaga perasaan orang lain, karena kita hadir dan berada dalam wadah yang disebut organisasi. Kita datang dengan pembawaan yang berbeda, baik watak maupun sifat. Akan tetapi meski berbeda, kita dapat menyatu dan bersatu dengan landasan saling menghormati, saling mengasihi dan saling menyayangi, kita dapat saling mengisi.  Sifat egois, mau menang sendiri, merasa lebih daripada yang lain akan merusak kehidupan dalam organisasi. Karena ada pihak-pihak yang merasa dikalahkan, tidak dihargai bahkan merasa tersakiti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita harus sadari bahwa di dalam berorganisasi tidak ada sukses atau keberhasilan yang dihasilkan oleh satu orang saja. Berorganisasi merupakan kerja sama tim atau kerja kolektif, yang setiap orang harus bisa merasa bertanggung jawab pada tugasnya. Bila kita menemukan kesalahan, kekurangan atau kekeliruan pada hasil kerja seseorang, maka yang lain harus memberi  bantuan dan perbaikan dalam bentuk saran atau nasihat dengan cara yang luwes, bersifat kekeluargaan dan persaudaraan. Jangan menggunakan kata-kata yang berkesan menggurui, merasa lebih pintar karena akan menyakitkan rekan kita.  Kita juga harus menghormati orang yang lebih tua meskipun pangkat suaminya di bawah suami kita. Semboyan saling asah, saling asih, dan saling asuh akan sangat berguna dalam hal ini.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah harapan bisakah kita ibu-ibu yang bernaung di bawah payung organisasi yang bernama Persit, merasa sebagai satu kesatuan tanpa melihat asal suami, letting suami dan embel-embel lain yang menimbulkan kesenjangan, sehingga anggota Persit bisa saling mempererat tali persaudaraan untuk sukses bersama guna menunjang keberhasilan tugas-tugas berat yang diemban TNI yang kita cintai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/556999469286755204-3442202867633034026?l=persitkusayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://persitkusayang.blogspot.com/feeds/3442202867633034026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2009/03/harapan-dalam-persit.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/3442202867633034026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/3442202867633034026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2009/03/harapan-dalam-persit.html' title='Harapan dalam Persit'/><author><name>Persitku sayang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228219354310702975</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-556999469286755204.post-7594381655413675029</id><published>2008-12-19T19:01:00.000-08:00</published><updated>2010-04-25T20:14:38.795-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERBAGI RASA'/><title type='text'>BERBAGI RASA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sejak resmi menyandang gelar ibu Persit pada tanggal 7 Maret 1997 aku tidak langsung aktif di organisasi istri prajurit ini. Bagaimana tidak aku masih tercatat sebagai karyawati sebuah Bank Swasta di Magelang, ijin tidak masuk kantor karena sakit saja susah sekali apalagi minta ijin untuk datang pertemuan Persit. Aku hanya datang Pertemuan kalo aku pas ambil cuti, akibatnya aku sering diomelin ibu-ibu seniorku. He..he aku maklum mereka tidak tahu kondisiku yang waktu itu masih tercatat sebagai karyawan yunior baru 2 th kerja, pengangkatan sebagai karyawan tetap saja baru 1 th, otomatis aku masih dalam penilaian perusahaan. Ibarat pepatah anjing menggonggong kafilah berlalu aku cuek saja, apalagi seiring waktu berjalan aku mendapat kepercayaan dari perusahaan untuk memperdalam ilmu perbankkan dangan mengikuti beberapa training di kota Solo dan Magelang. Setelah hampir 4 tahun berjalan , dimana aku sudah dikarunia seorang bayi akhirnya aku menyerah ketika aku harus dihadapkan pada pilihan antara karier dan keluarga. Setelah beberapa kali sholat mohon petunjuk aku mantap mengundurkan diri dari perusahaan. Aku yakin rejeki datangnya bisa dari mana saja tidak dari satu tempat. Keluar dari kerja aku benar-benar menikmati peranku sebagai ibu dan istri sepenuhnya, tapi tidak serta merta aku aktif di persit karena anakku masih membutuhkan perhatianku secara extra. Hanya saja setelah anakku berumur 3 tahun aku mulai aktif di persit Jabatan pertamaku di kepengurusan Persit adalah Ketua Seksi Organisasi Ranting 2 Depmipatek Cabang II PCBS Akmil, jabatan itu mengharuskan aku sering berhubungan dengan ibu-ibu pengurus Cabang II Sdirbindik akibatnya aku dipercaya menjadi pengurus Urusan Ekonomi Persit KCK Cab II Sdirbindik PCBS Akmil. Aku juga Aktif ikut kegiatan yang diadakan oleh Cabang, salah satunya adalah senam setiap 2 kali seminggu di gedung Sudirman Panca Arga Magelang. Suatu ketika Ibu Ketua Cabangku Ibu Mardikowoto berkenan mengadakan lomba Poco-Poco Perorangan . Disitu aku tampil mewakili Rantingku dan hasilnya nggak sia-sia aku jadi juara 1 dengan sebutan Queen of Poco-poco. Rupanya lomba ini membuka peluang bagiku. Seiring dengan maraknya lomba poco-poco di mana-mana, tawaran untuk melatih poco-poco mau pun menjadi juri lomba poco-poco pun berdatangan baik dari dalam kesatuan maupun dari berbagai instansi di luar Akmil. Bahkan kantor tempatku bekerja dulu pun sempat mengundangku untuk melatih poco-poco. Hubungan pertemanan ku pun makin luas, imbalan yang aku terima pun lumayan setelah sekian lama hanya menikmati uang suami aku merasakan kembali mempunyai uang hasil keringatku sendiri, puas sekali rasanya. Sementara anakku sudah mulai masuk di sekolah Play Grup, waktuku semakin leluasa. Berbagai macam lomba poco-poco baik di dalam maupun luar kota aku ikuti dengan mengusung nama PCBS AKMIL, meskipun tidak selalu menang tapi pengalaman ku bertambah, disamping itu tawaran untuk tampil menari di berbagi acara pun berdatangan dari acara HUT Persit tingkat Akmil hingga Acara Lepas Sambut Gubernur Akmil. Dengan makin bertambah jam terbang ku aku makin percaya diri, aku mulai berpikir untuk mencari sumber penghasilan lain kebetulan aku berkenalan dengan Mbak Endang , dia ibu dari teman anakku di Play Grup dari awalnya hanya ngobrol-ngorol waktu jemput anak sekolah kami sepakat menjalin hubungan bisnis. Aku ambil barang dari dia lalu ku jual ke teman-temanku, ternyata tidak sesulit yang aku bayangkan jualanku laris manis , aku mulai mengembangkan dengan tidak hanya menjual baju tapi menjual sprei atau penutup tempat tidur yang aku ambil langsung dari pembuatnya di Klaten. Dan itupun berjalan lumayan lancar, dari modal awal hanya 1 juta sampai akhirnya sampai 10 juta modal yang harus aku keluarkan. Selama hampir 3 tahun usahaku berjalan tak terasa tabunganku pun bertambah. Aku memang menerapkan management keuangan usahaku dengan sungguh-sungguh, setiap bulan aku bikin rekap keuangan untuk diriku sendiri. Terhadap langganan aku menerapkan sistim kekeluargaan pada waktu itu prinsipku dari pada aku menyimpan uangku di Bank lebih baik aku putar untuk usaha lumayanlah hasilnya lebih besar daripada hanya mengendap di Bank. Hanya saja memang tidak semuanya mulus ada saja beberapa pembeli yang setelah ambil barang terus kabur nggak pernah melaksanakan pembayaran tapi jumlahnya tidak lebih dari 10 % keuntungan yang aku terima selama ini, jadi ya aku iklaskan saja anggap itu zakat yang harus aku keluarkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada tahun 2004 suamiku beralih tugas di Pal Akmil, otomatis keanggotaanku di Persit pun beralih. Di tempat baru aku diangkat Sebagai Ketua Seksi Kebudayaan Ranting 2 Pal Cabang III PCBS Akmil, dalam waktu yang hampir bersamaan aku diangkat sebagai pengurus Cabang III Sdirbinlem PCBS Akmil di sie Kebudayaan juga. Usahaku masih berjalan bahkan aku juga mulai melirik usaha membuat kue kering, yang ku beri label " TEGAR COKIES " Sesuai dengan nama anakku. Meskipun usaha ini tidak menghasilkan uang berlebih tapi aku cukup puas karena keuntungan dapat aku pergunakan untuk membelikan bingkisan lebaran untuk anggota.&lt;br /&gt;Di Pal akmil aku menangkap suatu peluang usaha, karena di Pal akmil tidak ada kantin dimana anggota kalo mau makan harus keluar dari lingkungan kantor dengan waktu yang cukup lama. Aku beranikan diri menghadap Kapal Akmil waktu itu Letkol Nur Budi Asmara, ternyata beliau setuju. Akhirnya aku bersama dengan sahabatku Bu Tarman mengumpulkan anggota yang bersedia mengelola kantin persit. Kantin pun berjalan lancar dengan modal awal dari kami pribadi, tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk mengembalikan modal hanya dalam hitungan hari modal sudah kembali keuntungan pun lumayan bisa buat beli pulsa lah, disamping itu tiap bulan kami bisa memberikan intensif ke Bendahara Persit Ranting dan koperasi Pal Akmil. Bersamaan dengan itu aku juga melanjutkan study ku untuk memperdalam ilmu hukum yang selama ini sempat aku lupakan. Aku ambil kuliah Profesi Advokad di UMM Magelang, setelah lulus aku mencoba melamar di LBH UMM Magelang dan diterima menjadi Asisten Advokad. Waktu kuatur sedemikian rupa antara kegiatan Persit dan tugasku di LBH, kebetulan suamiku sedang melaksanakan pendidikan Selapa jadi waktuku setiap pagi hanya mengurus anakku yang sudah mulai masuk SD, baru setelah itu ke Kantin Pal sebentar kemudian berangkat ke LBH, sorenya sambil menunggu si kecil pulang sekolah ( Anakku pulang sekolah jam 16.00 karena bersekolah di sekolah Full Day School) aku menyiapkan masakan yang akan dijual di kantin besok, aku kebagian bikin soto ayam. Meskipun hari-hariku sibuk aku tetap senang melewati hari-hari ku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah pendidikan Selapa berakhir suamiku mendapat tugas di Wirabuana, bersamaan dengan itu aku mendapat tawaran untuk bekerja di Yayasan Konsumen yang akan didirikan di Magelang. Sekali lagi aku dihadapkan pada pilihan antara karier dan keluarga. Dan lagi-lagi kecintaanku pada keluarga mengalahkan segalanya. Dengan ihklas aku tinggalkan semua yang telah kuraih dan mengikuti suami bertugas di Makassar. Satu bulan di Makassar aku mendapat kabar aku lulus ujian Advokad tingkat Nasional yang memang sempat aku ikuti 2 hari menjelang aku berangkat ke Makassar. Aku cukup bersyukur karena dari sekian ribu peserta di seluruh Indonesia hanya 30 % yang lulus dan aku termasuk salah satunya. Beberapa bulan di Makassar ada teman yang menawarkan aku untuk eksis lagi di bidang Pengacara, tapi lagi-lagi suamiku harus pindah tugas ke Bantimurung Maros. Apa boleh buat tawaran itu harus aku abaikan dan memilh mendampingi suamiku dimanapun dia bertugas. Pilihan untuk mengikuti suami ditempat terpencil ternyata bukan pilihan yang salah. Meskipun tadinya aku berpikir tidak dapat berbuat banyak nyatanya banyak sekali yang bisa aku kerjakan, setiap sore aku kumpulkan anak-anak anggota untuk belajar bahasa Inggris dengan suka rela alias gratis. Aku juga ingin setiap anggotaku pintar, aku pinjamkan buku-buku pada mereka, aku juga ajarkan membuat dan menghias kue, memasang payet, memanfaatkan barang-barang bekas dan tentu saja mengajari senam poco-poco, reggae, cha-cha, skj agar mereka sehat. Kami juga sempat 2 kali di percaya untuk mewakili Paldam VI/Wirabuana untuk mengikuti lomba bugar dan lomba Reggae, juga lomba membuat tumpeng. Aku juga mendorong anggota untuk berwirausaha kecil-kecilan. Rasanya bahagia sekali bisa bermanfaat buat orang lain. Aku sering tersenyum sendiri melihat anak-anak anggota yang bernyanyi lagu anak-anak dalam bahasa Inggris yang aku ajarkan atau mereka mengucapkan salam kepadaku dalam bahasa Inggris ( Aku mewajibkan mereka menyapa dengan menggunakan bahasa Inggris setiap bertemu dengan ku ) Sebagai Ketua Anak Ranting aku tidak mewajibkan anggotaku yang bekerja untuk aktif ikut kegiatan Persit. Karena aku pernah merasakan jadi karyawan, jadi aku sangat paham kondisi mereka. Dan bagi yang punya bayi aku juga memaklumi bila mereka tidak bisa aktif, bagiku yang penting mereka bisa menjalankan tugas sebagai ibu dan istri dengan baik di keluarganya dan Persit sifatnya hanya sebagai penunjang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada pertemuan ada pula perpisahan, setelah 1,5 th bertugas di Bantimurung Maros suami beralih tugas lagi ke Makassar sampai sekarang. Kesibukan ku hanya di Ranting Paldam VII/Wrb, dan Yayasan Kartika . Di Anak Ranting agak susah mengaktifkan anggota karena mereka tinggal berjauhan, untuk datang pertemuan di kantor saja mereka harus berganti-ganti angkutan. Saat ini aku sedang mulai menekuni lagi hobi lamaku selama kuliah yaitu menulis. Tunggu tulisan-tulisan ku lagi ya....... &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/556999469286755204-7594381655413675029?l=persitkusayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://persitkusayang.blogspot.com/feeds/7594381655413675029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2008/12/berbagi-rasa.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/7594381655413675029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/7594381655413675029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2008/12/berbagi-rasa.html' title='BERBAGI RASA'/><author><name>Persitku sayang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228219354310702975</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-556999469286755204.post-1674497997243117540</id><published>2008-12-18T01:55:00.000-08:00</published><updated>2010-04-25T20:15:21.223-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FOTO KEGIATAN'/><title type='text'>Foto kegiatan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_0GROsNvMnsg/SUogzh_IjJI/AAAAAAAAAB0/LME8Ngvok5U/s1600-h/16.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_0GROsNvMnsg/SUogzh_IjJI/AAAAAAAAAB0/LME8Ngvok5U/s200/16.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281069582713916562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_0GROsNvMnsg/SUogzWEr-nI/AAAAAAAAABs/3IYrS1s0Obo/s1600-h/6.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_0GROsNvMnsg/SUogzWEr-nI/AAAAAAAAABs/3IYrS1s0Obo/s200/6.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281069579515984498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_0GROsNvMnsg/SUogzDcMBMI/AAAAAAAAABk/jyVnjKzk6u0/s1600-h/PB011534.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_0GROsNvMnsg/SUogzDcMBMI/AAAAAAAAABk/jyVnjKzk6u0/s200/PB011534.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281069574514279618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_0GROsNvMnsg/SUogyx3CcSI/AAAAAAAAABc/5-EP2NZfvro/s1600-h/PB011545.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_0GROsNvMnsg/SUogyx3CcSI/AAAAAAAAABc/5-EP2NZfvro/s200/PB011545.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281069569795060002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_0GROsNvMnsg/SUogygUR8GI/AAAAAAAAABU/vdi6klxgkNY/s1600-h/34.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_0GROsNvMnsg/SUogygUR8GI/AAAAAAAAABU/vdi6klxgkNY/s200/34.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281069565085872226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/556999469286755204-1674497997243117540?l=persitkusayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://persitkusayang.blogspot.com/feeds/1674497997243117540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2008/12/foto-kegiatan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/1674497997243117540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/1674497997243117540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2008/12/foto-kegiatan.html' title='Foto kegiatan'/><author><name>Persitku sayang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228219354310702975</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_0GROsNvMnsg/SUogzh_IjJI/AAAAAAAAAB0/LME8Ngvok5U/s72-c/16.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-556999469286755204.post-5478980048370561426</id><published>2008-12-16T19:06:00.000-08:00</published><updated>2010-04-25T20:15:52.073-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PERSIT KU SAYANG'/><title type='text'>PERSIT KU SAYANG</title><content type='html'>Ketika pertama kali pacaran dengan anggota TNI tidak pernah kebayang bakalan menjadi anggota Persit. Apa itu persit pun tidak pernah terpikir di benakku. Kalo sekarang aku nulis di blog tentang Persit , aku mau ngasih sedikit gambaran tentang Persit pada cewek-cewek yang sekarang sedang pacaran dengan anggota TNI alias calon-calon anggota Persit baru he..he..he. Bukannya sok pinter lho karena aku jadi anggota Persit juga baru 12 tahun kurang dikit, dibanding yang sudah lama melanglang buana di organisasi aku masih jauh lah tapi lumayan lah.  Persit itu singkatan dari Persatuan Istri Prajurit, sejarah Persit bisa dibaca di Website tentang Persit, sampai AD/ART dan aturan2 yang laen semua ada. Makanya aku nggak mau ngulangin lagi. Cukup aku ngasih gambaran bagaimana kita harus bergaul di Persit. Persit itu  bagian dari  TNI-AD, jadi boleh dikatakan kegiatan Persit itu setengah Dinas. Meskipun selalu dikatakan yang punya pangkat itu suami, dan anggota Persit itu semua sama saja, tapi kenyataannya tidaklah demikian. Dalam Persit ada Ketua, Pengurus dan Anggota. Ketua, sudah pasti dijabat oleh istri komandan atau istri anggota yang pangkatnya paling tinggi. Yang lain jadi pengurus dan anggota. Kalo kita menjadi anggota  Persit, hilangkan semua atribut yang melekat di dalam diri kita sebelum kita menikah. Artinya, siapa kita, anak siapa, asal dari mana itu tanggalkan semua. Meskipun kita anak seorang yang sangat dihormati sangat di segani atau kita seorang manager di sebuah perusahaan maupun seorang yang bergelar ningrat itu semua harus kita lepaskan disaat kita bergabung dengan Persit. Bagaimanapun juga kita tidak bisa melepaskan diri dari aturan yang ada dalam Dinas, dimana dalam TNI itu ada yang namanya hierarki begitu juga dalam Persit , meskipun dalam aturan tertulis hal ini tidak ada. Tapi kalo kita langgar kita akan disebut sebagai anggota Persit yang tidak punya sopan santun. Apalagi bergaul dengan ibu2 yang mempunyai sifat yang berbeda-beda. Ada ibu2 yang suka menjilat ke atasan, ada yang suka menjelek-jelekkan teman, ada yang mau menangnya sendiri tapi yang baik juga banyak kok, ada yang keibuan, bijaksana, sopan, pinter dll. Bagaimana menjadi anggota Persit yang baik tentu saja yang bisa menempatkan diri kapan harus menjadi anggota, menjadi pemimpin, menjadi ibu dan istri secara seimbang.  Sementara ini dulu ya, ntar disambung lagi mau masak dulu nih...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/556999469286755204-5478980048370561426?l=persitkusayang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://persitkusayang.blogspot.com/feeds/5478980048370561426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2008/12/persitku-sayang.html#comment-form' title='26 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/5478980048370561426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/556999469286755204/posts/default/5478980048370561426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://persitkusayang.blogspot.com/2008/12/persitku-sayang.html' title='PERSIT KU SAYANG'/><author><name>Persitku sayang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06228219354310702975</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>26</thr:total></entry></feed>
